Selasa, 24 September 2013

Kalo punya anak kecil yang suka gorengan buat lauknya, seperti nugget dan sejenisnya, chicken strip ini bisa jadi rekomendasi untuk variasi lain selain nugget dan teman-temannya. Dan ini gak hanya berlaku untuk anak kecil karena orang dewasapun gak akan nolak kalo ditawarin makanan yang satu ini.
Chicken strip ini sebenarnya aku bikin buat si ayah. Bingung nyari menu gorengan yang cenderung kering untuk dijadikan bekal si ayah ke Bojonegoro, akhirnya iseng aku ngubek-ngubek webnya mbak Ayudiah. Alhamdulillah dapet resep ini. Dan alhamdulillah rasanya enaaaakk. Alhamdulillah lagi si ayah sukaa. Makasih ya mbak resepnya ;)
Bikinnya gampang, bumbunya juga guampang. Kalaupun gak punya daun parsley atau basil, daun seledripun sudah cukup menggantikan daun-daun yang hanya ada di supermarket itu hehehe. Sepertinya gak mengurangi rasanya yang gurih enak gimana gitu. O iya, mericanya juga kuganti pake merica hitam. 
Satu-satunya syarat untuk bikin chicken strip ini adalah hanya butuh ketelatenan dan kesabaran. Lha gimana, bikinnya satu-satu gitu biar gak nempel – nempel jadi butuh waktu yang lumayan apalagi kalo bikinnya setengah kilo kayak aku hehehe. Kalo makannya sih gak butuh waktu banyak, cuma beberapa menit xixixi…

CHICKEN STRIP
Sumber : Momylicious.com

BAHAN :
500 gr Dada ayam fillet, potong memanjang
2 bawang putih, haluskan
2 sdm kecap asin (Aku skip)
1 sdt Garam
1 sdt Merica hitam
4 sdm Tepung terigu
1 Putih telur untuk pencelup
Minyak untuk menggoreng

Campurkan :
Tepung panir kasar
Daun Parsley/Oregano/Basil/Seledri cincang

CARA MEMBUAT :
  1. Lumuri ayam dengan bawang putih. Kemudian bubuhi garam, kecap dan merica. Aduk rata.
  2. Campur ayam dengan tepung terigu lalu diamkan sebentar sampai bumbu meresap.
  3. Celupkan ayam kedalam putih telur kemudian gulingkan kedalam tepung panir. Lakukan sampai habis
  4. Goreng ayam hingga kuning kecoklatan dengan minyak yang agak banyak. Angkat, tiriskan.

1.    

Jumat, 13 September 2013

Puding ini aku bikin waktu hari pertama bulan puasa kemarin. Lama banget ya hehehe… Inisiatif untuk bikin puding ini juga mendadak, beberapa jam sebelum berbuka puasa. Sebenarnya udah males dan gak niat mau bikin menua buka puasa tapi berhubung dirumah lagi banyak ponakan yang main, aku jadi pengen bikin sesuatu buat mereka. Dan jadilah puding ini. Pudingnya sudah lama ku bookmarked dari blognya mbak hesti karena penasaran sama rasanya. Membayangkan ada sensasi kentang kukus saat makan puding ini. Kayak apa ya??
Pertama kali liat puding ini aku gak terlalu serius baca resepnya, baik itu bahan maupun cara membuatnya. Waktu itu cuma sepintas aja baca reviewnya dan lebih banyak memperhatikan foto-fotonya hahaha… Setelah mau dieksekusi baru serius baca resepnya. Alamak.. ternyata lumayan ribet juga nih. Tapi sudah kadung niat jadi dilanjutkan sajalah…
1 step, 2 step dan step-step yang lain bisa dilalui dengan baik. Dan tibalah step mencicipi (nyicipnya pas adzan maghrib kok hehehe). Dan… ternyata pudingnya kemanisan kawan. Aku memang suka sekali manis tapi kalo yang ini bener-bener manis. Untungnya masih bisa dimakan. Dan untungnya lagi para ponakan pada suka. Mungkin kalo manisnya “normal” pasti enak sekali.
Sempet bingung kenapa bisa begini? Karena setauku beberapa kali pake resepnya mbak hesti derajat kemanisannya menurutku pas. Sesuai lah sama lidahku. Tapi yang ini kok lain? Kalo resepnya yang salah kayaknya gak mungkin. Malamnya baru nyadar kalo ternyata timbangannya rusak gara-gara sebelumnya pernah dijatuhin sama najwa. Pantesan…. Jadi, pelajaran yang kesekian adalah cek timbangan sebelum menimbang bahan hehehe.

PUDING BISKUIT KENTANG

BAHAN PUDING KENTANG:
200 gr Kentang Kukus, haluskan
200 gr Gula pasir
1 butir telur utuh
2 kuning telur
1 ½ sdm margarine, lelehkan
150 ml Susu kenjtal manis, encerkan dengan 150 ml air
25 gr Tepung terigu Protein sedang
25 gr Tepung maizena
½ sdt vanili bubuk

BAHAN PUDING COKLAT (Campur rata lalu masak sampai mendidih) :
200 gr Gula pasir
1 bungkus Agar-Agar putih
½ sdt Vanili Bubuk
3 sdm Coklat Bubuk, ayak
1 sdt pasta moka
750 ml Susu Cair

PELENGKAP :
Biscuit Marie secukupnya

CARA MEMBUAT:

  1. Puding Kentang: Kocok telur, gula dan vanili sampai kental dan putih. Sambil dikocok tambahkan kentang, larutan susu dan margarine. Kocok pelan dan rata.
  2. Tambahkan tepung terigu dan maizena. Kocok rata.
  3. Tuang kedalam Loyang bulat diameter 22 cmyang dioles margarine
  4. Kukus selama kurang lebih 30 menit. Angkat. Tata biscuit (yang terlebih dulu dicelup dalam susu cair sebentar) dipermukaan puding kentang. Tuang larutan agar-agar coklat perlahan agar biskuit tidak berhamburan. Hilangkan uap panasnya. Dinginkan dalam lemari es.




Jumat, 06 September 2013


Waktu masih kecil dulu pernah makan kue ini tapi lupa tepatnya dimana dari saking banyaknya daerah yang disinggahi. Dan sangat kebetulan sekali pas lagi jalan-jalan ke blognya mbak hesti aku liat resep ini. Langsung ambil polpen dan kertas trus catet resepnya. Gak mikir bakal seperti apa susahnya bikin karena yang kebayang hanya rasanya pasti enak. Sekalian mutar memori membayangkan tekstur kue ini walaupun memorinya sudah mulai gak utuh karena lupa pernah makan dimana hehehe…

Buatku, satu-satunya kesulitan waktu bikin kue ini adalah bagian melumuri si karamel ke kuenya. Kalo mbak hesti, beberapa atau banyak kue sekaligus langsung di campur ke karamelnya. Karena saya masih pemula dan gak pengen hasilnya jadi berantakan jadi aku celupkan satu persatu si kukisnya ke dalam karamel. Bener-bener butuh tenaga dan waktu yang ekstra bikin kue ini (bagiku lho ya). Tapi kalo membayangkan bagaimana rasanya kukis yang renyah dipadukan dengan karamel dan kacang, kayaknya tetap bakal kubelain bikin demi sebuah memori walaupun sudah tidak utuh :D  

Aku bikin kue ini butuh waktu 2 hari lho hahaha… karena aku bikin 2x resep yang aku tulis dibawah ini jadinya juga banyak. Dan karena prosesnya gak cuma sekali jadi butuh waktunya juga banyak. Akhirnya aku siasati dengan begini, hari pertama aku bikin kukisnya dan hari kedua dilumurin karamel dan kacang. Kenapa gak bikin sekalian dalam sehari?? Alasannya karena najwa hehehe… aku gak pengen menghabiskan terlalu banyak waktu didapur sekalipun hal itu sangat mengasikkan dan bikin lupa. Kalo kata mamaku sih, “jangan tukar anakmu dengan dapur” hehehe..


KUE KURMA

BAHAN:
250 gr    Mentega (aku campur mentega dan margarine dengan perbandingan 1 : 1)
75 gr      Gula halus
1 butir    Telur
300 gr    Tepung terigu
2 sdm     Maizena

CARA MEMBUAT:
  1. Kocok mentega dan gula halus sampai putih, masukkan telur.
  2. Masukkan tepung terigu dan maizena ke dalam adonan sedikit demi sedikit, aduk rata.
  3. Cetak adonan sebesar ibu jari atau sesuai selera. Letakkan dalam Loyang.
  4.  Panggang dalam suhu 160C – 180C selama sekitar 30 menit.


BAHAN LAPISAN KARAMEL:
Gula secukupnya
Air mendidih secukupnya
Kacang tanah sangrai secukupnya

CARA MEMBUAT:
  1. Masak gula dengan api kecil sampai meleleh dan berwarna keemasan. Sering diaduk agar tidak gosong.
  2. Kemudian masukkan air  sedikit demi sedikit. Biarkan rata dan menjadi cairan gula yang kental.
  3. Dalam kondisi panci karamel masih di atas kompor dengan api kecil, masukkan kue-kue tadi ke dalam panci, baluri sampai tertutup karamel.
  4. Lalu angkat dan gulingkan dalam wadah yang sudah diisi kacang cincang.
  5. Biarkan dingin, lalu masukkan dalam wadah kedap udara.


Gorengan yang paling ayah najwa suka adalah pisang goreng. Dan pisang goreng yang paling ayah suka adalah kambossol :D. kalo kambossol ini gak Cuma ayah najwa yang doyan, semua ponakanku yang disini ternyata juga “sadis” kalo makan kambossol hehehe…
Kambossol ini jajanan khas tempat kelahiranku, pulau sapeken. Pulau kecil dengan luas yang kira-kira hanya 1km dengan penduduk yang dominan bersuku bajo, bugis dan mandar. Cerita para orang tua dulu, katanya nenek moyang orang sapeken berasal dari Sulawesi yang memang terkenal dengan sebutan pelaut. Dengan kapal tanpa teknologi modern dan bermodalkan kebaikan alam, mereka berlayar hingga tiba di pulau yang mereka namakan sapeken. Selama seminggu disitu ada beberapa yang memutuskan untuk kembali berlayar tapi tidak sedikit juga yang menetap di pulau kecil itu. Kira-kira seperti itu cerita yang aku dapet.
Walaupun secara administratif pulau ini masuk dalam wilayah sumenep (Madura) tapi budaya, tradisi, bahasa dan resep masakannya masih berbau Sulawesi. Terutama bahasa dan makanannya. Sapeken itu kecamatan dengan banyak desa. Banyaknya desa juga diwakili dengan banyaknya pulau. Terkecuali pulau sapeken yang memiliki beberapa desa. Berhubung sapeken berada diantara Sumenep, Banyuwangi dan Bali, jadi budaya, tradisi dan masakannya sudah mulai “terkontaminasi” dengan daerah-daerah tersebut. Sapeken bisa dilalui dengan perjalanan laut melalui Sumenep (butuh waktu sekitar 12 -15 jam perjalanan), Banyuwangi (sekitar 12 jam), dan Bali (sekitar 6 jam). Semuanya dilalui dengan perjalanan laut. Kali aja ada yang berminat jalan-jalan kesana hehehe…  
Ehmm… balik lagi ke kambossol :D.
Kambossol ini sama saja kayak pisang goreng kebanyakan. Bedanya hanya di pemotongan pisangnya yang dipotong kotak kecil-kecil dan hanya menggunakan tepung beras dan sedikit air sebagai pelapisnya. Itu saja?? Yup, memang itu saja. Gak ada garam atau gula. Gak ada terigu maupun telur. Hanya pisang dan tepung beras. Manisnya jelas disumbangkan dari buah pisang. Paling enak pake pisang kepok atau pisang raja yang mendekati hampir-masak-sekali. Gurihnya dapat sumbangan dari  tepung beras.

KAMBOSSOL
BAHAN:
Pisang kapok/raja, potong kotak
Tepung beras secukupnya
Air secukupnya
Minyak goreng untuk menggoreng

CARA MEMBUAT:
  1. Dalam wadah yang berisi tepung beras, tambahkan air sedikit demi sedikit, jangan terlalu encer. Aduk rata.
  2. Masukkan pisang yang telah dipotong-potong kotak ke dalam adonan tepung. Aduk rata.
  3. Tuang 1 sendok makan adonan ke dalam minyak panas yang banyak. Goreng hingga matang. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Sajikan hangat…

1









Senin, 26 Agustus 2013


Lebaran selalu identik dengan ketupat, opor dan yang pasti kue kering. Yup,,, kue kering :D. Setiap rumah pasti punya kue kering favorit. Jadi pas hari lebaran pasti sudah berjejer bertoples-toples kue kering yang entah itu beli atau mungkin bikin sendiri. Kalaupun gak banyak minimal ada setoples di meja. Seperti di desa tempatku tinggal ini, kalo diperhatikan kebanyakan, kebanyakan masyarakan disini lebih memilih cemilan snack sebagai suguhan lebaran ketimbang kuker. Tapi kuker ya tetap ada walaupun Cuma setoples. Hanya segelintir rumah yang kukernya bisa lebih dari 2 jenis. Ini sih hasil surveyku selama dua kali lebaran disini xixixixi…

Jadi berdasarkan pengalaman tahun kemarin, kalo ternya kuker tidak terlalu diminati di desa ini jadi aku gak cuma bikin kuker aja. Kasian kalo sampe musim lebarannya dah abis tapi isi toplesnya masih banyak. Dan jadilah stik sus kering punya mbak hesti yang aku bikin. Awalnya pengen bikin kacang sembunyi atau parmesan cheese stick. Berhubung gak punya penggilingan mie jadi batal deh.
Imaginasiku untuk hasil akhir sus kering ini sebenarnya gak sesimpel begini. Pengennya separuh bagian stik kulumuri coklat. Berhubung percobaanku menghasilkan karya yang jelek jadi yang didokumentasikan ya yang polosan ini aja hehehe…


STIK SUS KERING

BAHAN :
150 gr    Margarin
150 gr    Tepung terigu
5 butir    Telur
250 ml    Air
½ sdt     Garam
100 gr    cheddar parut halus (aku pake separuh)
Wijen sebagai taburan (aku skip)

CARA MEMBUAT :
  1. Masak air, margarine dan garam sampai mendidih. Masukkan tepung sekaligus sambil diaduk hingga kalis.
  2. Masukkan keju parut. Aduk rata. Dinginkan
  3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer sampai rata. Lihat konsistensinya, apabila kekentalannya menyerupai kue sus telurnya tidak perlu diturunkan semua yang akan mengakibatkan adonan encer dan meleber. Penggunaan telur tergantung ukurannya, kalo telurnya besar cukup 5 saja.
  4. Masukkan dalam kantung segitiga, gunting sedikit ujungnya sekitar 1/2 cm.
  5. Spuit memanjang dalam talam beroles margarine. Taburi keju atau wijen. Panggang dengan suhu 200 C sampai kekuningan dan garing. Selesaikan memanggang sampai semua adonan habis.
  6. Satukan dalam sebuah talam besar. Panggang lagi denganpanas oven kecil atau mode warm selama kurang lebih 2 jam sampai garing. Dinginkan. Simpan dalam wadah kedap udara.   

6.       

Rabu, 21 Agustus 2013

Pertama kali liat postingan resep ini di webnya mbak endang, langsung aku catat resepnya. Seminggu, dua minggu, tiga minggu hingga entah berapa minggu, belum juga aku sempatkan untuk membeli kacang di sebelah rumah dan mengeksekusinya jadi sebuah selai. Alasannya kalo gak lupa ya berarti gak sempat hehehe…

Yang kedua kali liat selai ini di webnya mbak diah. Efek setelah liat postingannya bikin aku tambah gregetan untuk bikin. Akhirnya hari itu juga aku beli kacang tapi gak langsung aku bikin. Ternyata masih nunggu beberapa hari lagi hingga moodku kembali “normal” :D


Daaaaan… jadilah ini, selai kacang bikinanku sendiri walaupun resepnya hasil copy paste xixixi…  jangan ditanya rasanya karena kalo disuruh memilih, aku lebih memilih selai kacang yang ini daripada yang dijual di toko-toko. Manis-manis crunchy gimana gitu… Patut dicoba bagi yang suka selai kacang. Nilai plus dari selai kacang bikinan sendiri adalah kita bisa menentukan tekstur kacangnya sesuai selera. Mau yang kacangnya haluuuuus, agak sedikit kasar atau kasar sekali. Kan kita yang bikin jadi ya semau kita hehehe.Kalo hasil punyaku gak sehalus punya mbak endang. Mungkin karena aku pake food processor. walaupun begitu, ternyata tidak mengurangi rasanya yang uenak ;)

 
SELAI KACANG HOMEMADE

BAHAN :
200 gr           Kacang tanah
5 sdm           Gula Pasir
1 1/2 sdm     Minyak Sayur (aku pake minyak zaitun)

CARA MEMBUAT :
  1. Goreng kacang dengan minyak yang banyak hingga kuning kecoklatan. Sesekali dibalik agar tidak hangus.
  2.  Haluskan kacang tanah dan gula menggunakan food processor atau blender.
  3.  Tambahkan minyak lalu proses lagi hingga benar-benar halus.

Catatan :
jika menggunakan blender, usahakan bahan-bahannya dimasukkan sedikit demi sedikit dan selalu diaduk manual menggunakan sendok agar mempermudah kerja mesin blender hingga diperoleh tekstur yang creamy atau sesuai selera.

Selasa, 20 Agustus 2013

Awalnya jenang atau bubur ini dibuat tanpa sengaja. Inisiatif untuk bikin jenang ini juga bukan dari aku tapi mbak warni, mbak yang biasa bantuin aku sehari-hari. Sejujurnya, aku memang kurang kreatif dalam mengolah bahan makanan. Kalo liat resep aku bisa hahahaha…

Balik lagi ke cerita, ada beras merah yang aku beli buat najwa 3 bulan yang lalu. Masih ada 1 toples dan harus segera dihabiskan karena beras merah ternyata punya masa kadaluarsa, gak sama seperti beras putih biasa. Mbak warni bilang, dibuat jenang aja… iya ya, kenapa gak kepikiran untuk diolah jadi jenang. Bikinnya gampang bahannya juga gampang. Hanya gula merah dan santan sebagai pendampingnya :D
Berhubung beras merah teksturnya agak alot menurutku jadi harus direndam dulu sebelum diolah. Butuh waktu sekitar 4 – 6 jam untuk merendamnya. Atau bisa juga pakai presto biar cepat lunak. Rasanya?? Surprise sekali. Tanpa bermaksud untuk berlebihan, rasanya memang gak keduga, seperti bubur beras ketan hitam yang biasa disandingkan dengan es bubur kacang ijo. Malah lebih enak beras merah kalo menurutku. Mungkin ini efek karena aku gak pernah makan beras merah sebelumnya kali ya xixixi..

JENANG BERAS MERAH
BAHAN :
250 gr Beras Merah
200 gr Gula merah
Air secukupnya untuk merebus

BAHAN KUAH :
500 ml  Santan
¼ sdt   Garam
1 lembar Daun pandan

CARA MEMBUAT:
  1. Bubur : Rebus beras merah hingga mendidih dan air menyusut. Tambahkan air dan gula merah lalu masak lagi sampai meletup-letup hingga tekstur beras lunak dan menjadi bubur.
  2. Kuah : Dalam panci, campur semua bahan lalu masak sampai mendidih sambil diaduk-aduk.
  3. Sajikan bubur dengan siraman kuah santan.






Alhamdulillaaaah… Akhirnya bisa posting lagi setelah rehat yang tidak sejenak hehehe. Kena Pra dan Pasca mudik yang efeknya bikin males mau melakukan rutinitas seperti biasanya. Sebelum ngoceh banyak dan semoga tidak terlambat aku ingin mengucapkan “Minal ‘Aidzin Wal Fa’idzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Semoga segala khilaf yang sengaja maupun tidak disengaja bisa dimaafkan.




Setelah maaf-maafan, mari kita bicarakan makanan hahaha.. Resep kali ini yang jelas dibuat sebelum lebaran. Dan beberapa resep setelah ini juga dibuat sebelumnya. Habis mudik dan lebaran, sekarang waktunya bayar hutang postingan. Banyak resep yang ngantri untuk diposting, semoga bisa ada waktu dan telaten nulis hehehe.
Banyak nama untuk jenis makanan yang satu ini. Setiap daerah punya nama sendiri. Kalo orang Sulawesi bilang katiri mandi. Kalo di jawa kebanyakan orang bilang bubur candil. Kalo di kampung kelahiranku, kami menyebutnya  loho bubua. Jaje batun bedil kata orang bali. Yang jelas masih banyak nama untuk makanan ini.
Sebenarnya, katiri mandi aslinya hanya menggunakan tepung ketan sebagai bahan dasar untuk membuat bola-bolanya dan menggunakan gula merah untuk bahan kuahnya. Kalo yang ini menggunakan gula pasir karena sengaja dibiarkan putih untuk menampilkan efek kuning dari labu. Jadi tampak cantik karena warnanya kontras. Dan ternyata rasanya memang enak sekali. Sama seperti loho bubua yang dulu sering aku makan kalo berpuasa di kampung. Bedanya ini lebih lembuuuutt karena ada penambahan labu didalamnya. Jadi kalo ngunyah gak terlalu rempong hehehe…

Berhubung labu banyak mengandung air, apalagi kalo dikukus, jadi aku tidak terlalu banyak menambahkan air. Waktu itu aku hanya butuh 25 ml air. Beda dengan ubi yang cenderung padat sehingga butuh air lebih banyak.

KATIRI MANDI LABU

BAHAN:
150 gr    Tepung Ketan
100 gr     Labu
¼ sdt      Garam
Air secukupnya

BAHAN KUAH:
750 ml   Santan dari 1 butir kelapa
2 sdm    Tepung beras, larutkan dengan sedikit santan
125 gr    Gula
½ sdt     Garam
2 lembar Daun pandan, sobek dan ikat

CARA MEMBUAT:
  1. Aduk rata tepung ketan dan garam. Tambahkan labu. Aduk menggunakan tangan.
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kalis dan dapat dipulung.
  3. Bentuk bulat dengan bagian ujung yang runcing. Selesaikan semua adonan hingga habis.
  4. Masak air panas dalam panci. Sementara itu buat kuahnya, campur semua bahan kuah lalu masak diatas api sedang. Aduk terus hingga mendidih.
  5. Setelah air untuk bola ketan mendidih, masak hingga bola-bola terapung. Tiriskan lalu masukkan dalam kuah santan. Masak lagi santan sampai mendidih lalu matikan api.
  6. Katiri mandi siap disajikan.



Selasa, 30 Juli 2013

Duluuuuuu sekali sudah pernah bikin puding roti. Tapi waktu itu cuma aku kukus aja karena dulu gak ada oven. Nah sekarang ada roti dan diniatkan untuk bikin puding roti. Bedanya sekarang aku oven dengan cara di tim atau istilah lainnya au bain marie. Pengen tau aja bedanya. Berhubung resepku yang dulu ilang jadi takarannya aku pake punya mbak hesti. Yang membedakan dengan punya mbak hesti itu cuma cara mengovennya. Aku di tim, mbak hesti gak.
Au bain marie ini caranya loyang puding di letakkan dalam loyang yang berisi air. jadi loyang pudingnya di rendam. atau bisa juga loyang yang berisi air rendaman ini diletakkan di rak oven yang bawah kemudian loyang pudingnya diletakkan di rak oven yang atas. cara au bain marie ini sebenarnya bertujuan untuk menjaga agar tekstur pudingnya tetap terjaga atau gak padat. 
Hasilnya secara keseluruhan ternyata sama aja kayak dikukus. Bedanya kalo dioven, bagian atasnya kering. Jadi serasa makan roti bakar bikinan sendiri. Bagian bawahnya ya kayak makan puding hehehe. Kalo dikukus kan atas bawah teksturnya sama aja. Lembut. Kalo tanpa di tim rasanya gimana ya…? Kapan-kapan deh kita cari tau hehehe...

Untuk topping atasnya karena gak punya kayu manis bubuk jadi aku pake moccacino bubuk aja. Lumayanlah buat nambah aroma hehehe. Sebenarnya kalo dibanyakin ato dicampur dengan adonan pudingnya mungkin sensasinya jadi asik. Tapi berhubung aku masih terlalu takut untuk merusak resep jadi ya apa adanya saja. Lagian takut pahit rasanya kalo terlalu banyak moccacinonya. 

BREAD PUDDING
Sumber : Hesti's Kitchen.blogspot.com

BAHAN:
8 lembar   Roti tawar
3 butir      Telur
75 gr        Gula pasir
250 ml      Fresh cream (aku ganti susu cair)
250 ml      Susu Cair
2 sdm       Butter Leleh
½ sdt       Vanili bubuk
¼ sdt       Garam
Kismis, sultana
Taburan kayu manis dan gula bubuk secukupnya.

CARA MEMBUAT:
  1. Siapkan Loyang atau pinggan tahan panas ukuran 20 cm. Olesi butter.
  2. Tata roti di dalamnya lalu taburi kismis.
  3. Kocok asal rata telur, gula dan garam. Masukkan cream kental, susu cair dan butter leleh. Aduk rata. Tambahkan vanili. Aduk rata lagi.
  4. Tuang ke atas roti yang telah ditata. Kemudian diamkan selama 30 menit.Taburi roti dengan kismis, gula palem dan kayu manis.
  5. Panaskan oven dengan suhu 180 C.  Masukkan loyang berisi air rendaman. letakkan loyang puding dalam air rendaman. Panggang  selama 30 menit. 



Senin, 15 Juli 2013

Lupa kalo ada pisang di kulkas. Setelah dikeluarin kondisinya sudah sangat matang sekali. Dimakan pun pasti rasanya sudah gak enak. Biar gak kebuang jadi harus diolah. Tapi bingung bikin apa ya…? Mau bikin brownies, stok DCC lagi kosong. Iseng nyari resep di webnya mbak endang ketemunya resep cake coklat pisang atau kalo orang luar bilang chocolate banana cake yang diadaptasi dari joy of baking.
Setelah di baca dan dipahami, dari reviewnya kayaknya enak. Yang paling penting sih gak pake DCC hehehe…  Gak pake lama, langsung dieksekusi.
Ada yang aneh waktu bikin kue yang satu ini. Setelah 40 menit dari waktu yang ditentukan untuk nunggu si kue matang, aku agak bingung. Kok kuenya gak naik-naik ya? Apa model kuenya emang begitu? Adonan udah kadung kubagi dua lagi. Hasil akhirnya pasti tipis. Aku coba pake test tusuk. Mmmhh… adonannya masih banyak yang nempel. Mungkin ovenku butuh waktu yang lebih lama, pikirku begitu.  Ini kepala kayaknya juga udah penuh sama tanda tanya.
Lewat dari sejam. Hampir 1,5 jam malah. Belum ada tanda-tanda yang bagus. Cuma ada rekahan sedikit di permukaannya. Jadi mikir, ini yang salah aku ato resepnya? Kalo resepnya yang salah kayaknya gak mungkin. Secara yang bikin resep ini udah mahir dibidangnya. Sedangkan aku kan baru anak kemarin di dunia per-kue-an kayak gini. Lamaaaaa banget mikirnya. Untung yang dioven gak hangus hehehe. Akhirnya aku nyerah dengan pemikiranku sendiri. “mungkin tipe kuenya emang seperti ini. Ini cake bukan bread. Jadi mengembangnya juga gak terlalu membumbung tinggi. Kalaupun setelah di test tusuk masih adonan yang nempel, mungkin itu karena pisang yang digunakan matengnya terlalu over”. Begitulah hasil kesimpulanku sendiri yang bodohnya kok ya gak mikir begitu dari tadi. Ini kue untungnya (sekali lagi) gak gosong.
Dan kebodohanku yang kedua adalah… masih panas kuenya langsung aku potong. Hasilnya ya kayak begini.
Rasanya? Kayak makan pisang yang dikasi coklat hahaha… kayaknya ini karena aku pake pisang ijo (orang sini bilangnya begitu) yang masak sangat. Mungkin rasanya bisa lain kalo aku pake pisang raja. Putus asa dengan rasa dan teksturnya, akhirnya kubiarin aja. Sambil berdoa semoga ada yang bantuin makan.


Sejam dua jam aku liat lagi kuenya. Ternyata teksturnya udah berubah. Lebih padet dan gak lembek. Rasanya juga agak lumayan dibanding sebelumnya. Rasa pisangnya yang terlalu dominan agak ketutup sama rasa coklatnya. Hhmmm… emang harus sabar kalo mau hasil yang bagus. Jadi ceritanya ini kue harus ditunggu sampe set.

CHOCOLATE BANANA CAKE
BAHAN :
245 gr    Tepung terigu serba guna
300 gr    Gula pasir
75 gr      Coklat bubuk
2 sdt      Baking powder, pastikan fresh
1/2 sdt   Vanili bubuk
1/2 sdt   Garam
2 butir    Telur ayam ukuran besar
400 gr     Pisang kepok/pisang raja/pisang ambon (kira-kira 5-6 buah pisang ukuran sedang), lumatkan
240 ml    Air hangat
120 ml    Susu cair
120 gr    Mentega cair atau bisa menggunakan minyak sayur

CARA MEMBUAT :
  1. Panaskan oven, set disuhu 170'C. Letakkan rak kawat di tengah oven. Olesi loyang segi empat ukuran 22 x 22 cm dengan margarine dan taburi dengan tepung atau alasi dengan kertas minyak. Sisihkan.
  2. Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung, gula, garam, baking powder dan vanili bubuk. Aduk rata. Sisihkan.
  3.  Siapkan mangkuk besar lainnya, tuangkan air hangat, mentega cair dan susu cair ke dalam mangkuk, aduk hingga tercampur rata. Jika air masih terlalu panas, biarkan sejenak hingga mendingin agar telur tidak matang. Masukkan telur ke dalamnya dan aduk dengan spatula balon hingga tercampur baik. Tambahkan lumatan pisang, aduk rata.
  4. Masukkan campuran tepung terigu dan coklat ke dalam larutan susu dan mentega, aduk dengan spatula hingga tercampur rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang dan panggang selama 40 - 45 menit atau hingga adonan tidak menempel ketika lidi ditusuk ke tengah cake. keluarkan dari oven dan biarkan mendingin sejenak di loyang selama 10 menit. keluarkan dari loyang, balikkan cake di rak kawat dan lepaskan kertas minyak yang melekat secara hati-hati, biarkan cake benar-benar mendingin sebelum mengoleskan ganache.
Penasaran sekali bikin mint tea sendiri. Karena sebelumnya belom pernah megang yang namanya daun mint (udik sekali ya hehehe), penasarannya jadi double. Kebetulan kemarin ke hypermart jadi sekalian nyari yang namanya “daun mint” biar tidurku bisa nyenyak gak mikir si daun mint lagi hahahaha…



Selasa, 09 Juli 2013

Sebenarnya ini bikinnya dah lumayan lama. Kira-kira udah 2 mingguan nangkring dilaptop karena lupa diposting. Dan kalaupun ingat, timingnya selalu gak pas karena pasti berbarengan dengan waktu meleknya najwa. Jadi pasrah aja ciloknya “berdiam” dalam laptop yang penting gak basi hahaha…


Jumat, 28 Juni 2013

Lagi pengen bikin puding… Ngubek-ngubek resepnya mbak hesti karena pernah liat puding yang penampakannya enak diblognya hehehe…  Akhirnya pilihan jatuh ke puding moka vla coklat ini. Lucu juga karena vlanya yang cair bisa ada dibawah. Memang gak akan bisa nyampur karena massa jenis dari vla dan pudingnya beda. Hmmm… Serasa belajar fisika.

Jumat, 21 Juni 2013

Gak ada yang istimewa sebenarnya dari panganan yang dibuat dari singkong ini. Nyarinya juga gak susah. Dimana-mana pasti ada dan dengan aneka macam rasa. Kebetulan aku suka sekali sama yang namanya singkong, biasanya sih cuma aku rebus/kukus trus dimakan sama petis ikan. Karena dirumah, biasanya makannya memang cuma begitu aja, digado sama petis. 

Senin, 17 Juni 2013

Hari ini bingung mau masak apa. Celingak-selinguk ke dalam kulkas ada daging. Hmmm… sudah lama rasanya gak masak semur. Akhirnya, menu hari ini adalah masak semur daging hehehe…


Olahan daging yang bisa kumasak pertama kali ya semur daging ini. Biasanya mama paling sering ngolah daging untuk dibuat semur (Keluargaku memang penyuka kecap dan makanan manis). Makanya yang pertama kali kubuat untuk mengolah daging juga pasti semur. Karena mama memang jarang sekali masak daging atau ayam. Dan itu yang terjadi pada diriku setelah menikah… Kalo ada daging dikulkas menu yang pertama kali ada dalam otakku adalah semur. Gak ada yang lain karena yang aku tau cuma itu :D. Soalnya kalo dirumah, kita tiap hari selalu makan ikan. Pokoknya ikan gak ada matinya hehehe.. Bahkan mama pernah bilang “Sekalipun cuma makan ikan kering sama nasi gak apa-apa yang penting i-k-a-n”. Maklumlah darah pesisir pantai gak mungkin hilang sekalipun hidup di gunung hahaha…

Tapi itu dulu. Karena semenjak menikah dan tinggal disini, aku hampir gak pernah makan ikan. Jadi harus pinter-pinter nyari resep olahan daging yang lain selain si semur ini. Kenapa gak pernah makan ikan? Karena aku gak pernah nemu ikan yang benar-benar segar disini (efek dari kebiasaan makan ikan segar). Atau.. mungkin aku yang gak tau tempat jualnya ya..??? 
Apa yang paling aku suka dari semur?? Hmm.. wangi bumbunya saat ditumis dan aroma kecapnya yang bikin nelan ludah kalo lagi masak masakan yang satu ini hehehe. Udah ah kebanyakan cerita…  Silahkan dinikmati semurnya ;)
BAHAN:
500gr  Daging, Iris tipis
4 sdm  Kecap
600 ml Air
Gula pasir secukupnya
Garam secukupnya
Kaldu bubuk secukupnya

BUMBU HALUS:
2 buah   Cabe besar
6 siung   Bawang putih
14 buah Bawang merah
3cm         Jahe
1 sdt        Merica
¼ sdt Pala
*Kalo suka pedes bisa ditambah cabe rawit.

CARA MEMBUAT:

  1. Tumis bumbu halus hingga layu dan harum. Tambahkan sedikit air dan masukkan daging. Tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk. Masak hingga berubah warna.
  2. Tambahkan air dan masukkan kecap, aduk rata. Masak dengan api kecil hingga daging menjadi empuk. Tambahkan lagi jika airnya menyusut. Masak hingga matang.
  3. Angkat lalu sajikan dengan taburan bawang goreng.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...