Sabtu, 19 November 2016


Barongko, terkenal dengan jajanan tradisional khas sulawesi tapiiii di kampung halaman saya, sapeken, pun jajanan ini terkenal layaknya bintang terutama saat bulan ramadhan tiba karena selalu jadi menu pembuka yang nikmat. Jajanan/makanan di sapeken memang gak jauh beda dengan yang ada di Sulawesi Selatan karena asal muasal nenek moyang orang Sapeken adalah dari Sulawesi. Hanya saja semakin kesini kultur di Sapeken tak se-otentik dulu lagi karena kultur dari berbagai daerah mulai masuk (kebanyakan dari Sumenep, Bali dan Banyuwangi). Ah, bagaimana kabar sang kampung halaman? Lama gak menginjakkan kaki kesana karena gak ada (belum ada tepatnya) alasan yang kuat untuk membawa saya kesana lagi.

Barongko ini juga merupakan makanan kesukaan bapak, nomor dua setelah ketan srikaya. Selalu disediakan oleh mama tanpa harus menunggu bulan ramadhan. Siang hari saat panas terik menikmati barongko dingin yang baru keluar dari kulkas, yummiiee. Andaikan mama masih ada mungkin saya gak akan pernah bikin makanan ini. Atau mungkin saya masih punya kesempatan untuk minta resepnya ke mama langsung. Atau mungkin saya gak perlu resepnya, hanya butuh datang menjenguk beliau maka pasti mama akan bikin berbagai makanan kesukaan kami salah satunya barongko ini. Atau mungkin....
Al-Fatihah untukmu ma, semoga selalu dilapangkan dan diterangkan kubur, semoga segala amal kebaikanmu di terima oleh Sang Maha Penyayang.

Kita balik ke barongko aja ya biar gak keterusan bapernya :). Resepnya saya contek dari blog mbak hesti. Untuk makanan yang berbau khas Sulawesi saya memang belum bisa move on dari blognya mbak hesti, kebanyakan sumber resep yang saya buat berasal dari sana :D. Barongkonya gak saya bungkus pisang karena saya sendiri gak yakin bisa membungkusnya dengan rapi menggunakan daun selain itu untuk menghemat waktu cara seperti di gambar itu sangat membantu.

Untuk proses pembuatannya memang beda dengan yang biasa mama buat karena mama masih menggunakan cara manual untuk menghaluskan pisangnya dan penggunaan susu kental manis gak pernah mama pake. Yang masih saya ingat, mama biasanya mengocok gula dan telur hingga gula larut, lalu di campur dengan pisang yang dihaluskan dengan ulekan kemudian memasukkan santan kedalamnya. Hanya saja karena saya gak tau takarannya jadi saya manut sama resepnya mbak Hesti hehe. Kalau untuk rasa saya masih suka tekstur yang biasa mama buat, gak terlalu padat dan agak berair. Apa mungkin karena semua bahan langsung saya blender sekaligus ya?? Next, mau saya coba lagi :D


BARONGKO
Source : Hesti's Kitchen

Bahan :
1 sisir Pisang Kepok yang matang sekali (ambil bagian putihnya saja)
500 ml Santan dari 1 butir kelapa
4 butir Telur
1/4 kaleng Susu Kental Manis
1/2 sdt Garam
100 gr Gula Pasir
Daun pisang

Cara Membuat :
  1. Blender pisang santan dan dan telur sampai lembut. Tambahkan susu, garam dan gula. Aduk rata
  2. Ambil selembar daun pisang, Tuang 3 sdm adonan, semat dengan lidi (saya menggunakan ramekin yang di alasi dengan daun pisang. Kukus sekitar 15-20 menit hingga matang.



Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...