Senin, 18 Mei 2015


Saya punya sekotak beras ketan yang saya tidak tahu pasti berapa beratnya. Mungkin sekarang sudah tersisa sekitar 2 atau 3 kg. Awalnya sekotak beras ketan ini merupakan stock dari Alm mama. Di bawa dari Sumenep ke Surabaya saat kami masih berkumpul tahun lalu. Banyak menu makanan dan jajanan yang sudah direncanakan untuk kami buat nantinya. Sayangnya belum sampai habis beras ketannya mama sudah harus pergi meninggalkan kami semua. Waktu itu beras ketannya hanya sempat dibuat tape dan ketan sarikaya gula aren kesukaan bapak.

Setelah kami semua kembali kedunia kami masing-masing, adik-adik kembali ke sekolah, kuliah dan kerja di daerah masing-masing (adik saya ada 4, ada yg di pulau Sapeken, Surabaya, dan Pamekasan), Bapak kembali ke sumenep dan saya serta keluarga kecil kembali ke Kediri, melanjutkan kehidupan kami tanpa adanya beliau, kotak beras ketan itupun saya bawa ke kediri tanpa ada rencana akan dibuat apa nantinya.

Berbulan-bulan dibiarkan menganggur akhirnya saya dan mbak Warni (ART di rumah yang benar-benar sangat membantu pekerjaan saya di belakang ketika saya sedang di depan :D) mencoba memberdayakan beras ketan ini. Kami mulai dengan membuat Tape Ketan.

Mama pernah membuat tape ketan dengan warna hijau yang cantik dan manis yang pas waktu di Sumenep dulu, sayangnya saya gak melihat proses awal pembutannya. Hanya yang saya tahu, kata mama warna hijaunya dari daun suji bukan dari daun pandan. Daun suji memang penghasil hijau alami yang sempurna menurut saya karena hijaunya lebih kuat dibanding pandan hanya saja aromanya jelas tidak sewangi pandan. 

Sedangkan manisnya bukan dari gula karena yang saya tahu pada prosesnya tape ini gak membutuhkan gula sama sekali. Manisnya tape berasal dari proses fermentasi. Jadi, klo mau tape yang manis pas, lamanya fermentasi atau memeramnya gak boleh terlalu cepat atau juga lama. waktu itu kami memeramnya selama 2 hari. Hari ketiga sudah di buka.

Sebenarnya tape ketan ini termasuk proyek gagal menurut saya karena hasilnya masih belum memuaskan. Masih ada ketan yang keras dan teksturnya tampak agak hancur. Kalo menurut saya mungkin karena proses pengukusan ketan masih belum sempurna jadi masih ada ketan yang keras/mentah. Sedangkan tekstur ketan yang agak hancur karena penggunaan ragi ketan yang gak pas (kebanyakan). Ah tak apalah demi proses belajar :D



Untuk saat ini saya masih belum bisa memberikan ingredients yang tepat karena hasilnya masih belum sempurna. Jadi next, mungkin kami akan mencobanya lagi. Saat bikin tape ini, kami hanya butuh 1/2 kg beras ketan, kurang lebih 100ml santan, 2-3 butir ragi. 
Kukus santan hingga setengah matang, angkat lalu taruh dalam wadah, tambahkan santan sambil diaduk rata. Setelah itu kukus lagi hingga matang. Tahap berikutnya, letakkan kukusan ketan pada wadah yg lebar (misal tampah) dan ratakan dengan sendok hingga tidak ada yang menggumpal dan tunggu hingga bena-benar dingin. Setelah dingin taburkan ragi yang sudah di haluskan menjadi bubuk ke permukaan ketan, aduk dan taburkan lagi sisa bubuk ragi, aduk hingga benar-benar rata. Pada proses ini gunakan sendok ya :). Setelah itu masukkan dalam wadah/panci yang sebelumnya sudah dialasi dan sisi wadah juga dikelilingi dengan daun pisang (kalo bisa lebih dari satu lapis) kemudian tutup kembali dengan sisa daun pisang dan tutup dengan tutup panci. Diamkan selama kurang lebih 2 hari atau maksimal 3 hari dalam suhu ruang.
Selamat mencoba ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...