Rabu, 09 Desember 2015


Ternyata mendisiplikan diri untuk mengisi blog ini dengan postingan terbaru minimal seminggu sekali ternyata masih cukup sulit untuk saya :(. Berharap suatu saat waktu saya hanya diisi dengan memasak, memotret, blogging, berkebun lalu menjahit (padahal saya tidak bisa menjahit heheh) tanpa melupakan waktu berkualitas dengan anak. Untuk sementara mungkin akan seperti  ini dulu, posting blog sesuka hati, mood dan waktu :D.

Lagi-lagi ini late post. Harusnya diposting berbulan-bulan yang lalu. Tak apalah yang penting bisa di post dan share resep yang sudah saya eksekusi hehehe.


Tom Yum ini saya buat waktu masih punya tanaman ketumbar, sekarang tanamannya sudah mati karena menua dan sayangnya tidak sempat menghasilkan benih untuk ditanam kembali karena keburu dikerubuti hama. Waktu itu hasil tanam ketumbarnya sebenarnya cukup untuk berpanci-panci sup Tom Yum dari saking -lumayan- banyaknya :D tapi saya hanya bikin sepanci sup karena yang makan hanya saya seorang, suami ternyata gak doyan mungkin karena aroma dari daun ketumbarnya yang menurut saya malah unik.  


Tom Yum Gai merupakan makanan yang berasal dari Thailand. Kebanyakan rempah yang digunakan orang Thailand gak terlalu jauh beda dengan orang Indonesia, cuma memang ada beberapa rempah yang gak kita gunakan, salah satunya daun ketumbar ini. Tom Yum sebenarnya sup ala Thailand yang bahan utamanya kombinasi dari Ayam atau seafood dan jamur. Sama halnya dengan sup pada umumnya, pembuatan Tom Yum juga mudah, hanya iris-cincang-cemplung karena referensi resep yang saya dapat seperti itu hehehe. Apa yang membuat Tom Yum ini beda dengan sup yang biasa kita buat? Menurut saya, Cilantro atau daun ketumbar ini yang membuatnya menjadi lebih istimewa. Dimakan hangat saat musim penghujan seperti ini pasti mantap.

Ketumbar (Coriandrum Sativum) yang dalam bahasa inggrisnya disebut Coriander dan bahasa Amerika latinnya adalah Cilantro merupakan tanaman yang bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi (source: Wikipedia). Tapi menurut pengalaman teman-teman yang sudah pernah mencoba menanam, Cilantro ini ternyata lebih mudah hidup di dataran tinggi ketimbang di dataran rendah. Apalagi kalau tanamnya dari biji/benih, biasanya sproutnya lama. Sepertinya waktu itu saya sedang beruntung, pertama kali belajar berkebun dari nol dan langsung menanam Cilantro dari benih tapi bisa berhasil itu buat saya luar biasa :D. Sempet putus asa juga sih waktu semai Cilantro ini karena sproutnya lama beneeer. 



TOM YUM GAI (SUP AYAM PEDAS ala THAI)

Bahan :
3 potong paha ayam bgian atas dan bawah (saya pakai yang bagian dada), potong kotak + 1/2 buah Jeruk nipis + 1 sdm Garam
1/2 sdt    Merica
1 sdt Garam
8 buah    Jamur Champignon (Saya pakai jamu kancing)

Bumbu :
4 butir    Bawang merah, cincang halus
4 butir    Bawang putih, cincang halus
3 batang Serai, keprak dan rajang halus
2 ruas    Jahe atau Lengkuas, iris tipis
10 buah Cabe rawit, rajang halus (kurangi jika tidak suka pedas)
5 lembar Daun jeruk purut, buang tulang daunnya, rajang halus

Bumbu lainnya :
3 sdm     Kecap ikan
1 batang Daun bawang, rajang kasar
2 buah    Tomat, iris tipis
1 sdt       Garam
1 1/2 sdt Kaldu bubuk (opsional)
2 butir    Jeruk nipis, ambil airnya
1 ikat      Daun ketumbar, rajang kasar
1 sdm     Minyak untuk menumis
1 lt         Air/air kaldu

Cara Membuat :
  1. Lumuri ayam dengan garam dan perasan jeruk nipis, remas-remas, diamkan selama 10 menit, cuci hingga bersih.
  2. Taburi ayam yg telah berish dengan 1/2 sdt merica dan 1 sdt garam, remas-remas hingga rata.
  3. Panaskan 1 sendok makan minyak, goreng ayam dengan api sedang hingga berubah warna, jangan lupa untuk dibalik-balik agar tidak gosong. Angkat ayam.
  4. Tumis semua bumbu iris dengan minyak bekas menggoreng ayam hingga harum. 
  5. Tambahkan 1 liter air/kaldu dan masak hingga mendidih. Masukkan ayam, masak hingga matang.
  6. Tambahkan Jamur, daun bawang, tomat, kecap ikan, garam, kaldu bubuk dan air jeruk nipis, aduk rata. Masak Sebentar dengan api kecil hingga jamur matang.
  7. Tambahkan daun ketumbar, mayikan api kompor, aduk sup hingga rata. Cicipi rasanya. 





Rabu, 18 November 2015


Ini ceritanya sebenarnya gak berniat untuk buat makanan ini. Tadinya kan mau bikin selai sarikaya, berhubung selainya ternyata tidak sesuai harapan alias gatot jadi akhirnya beralih "fungsi" hehehe. Di tempat saya makanan ini namanya sokko paroppo.


Biasanya mama suka bikin buat bapak dan ini juga termasuk kesukaan saya. Penyajiannya hanya di makan dengan ketan. Jadi ketannya itu dicocol/dicelupkan ke sarikayanya. Dan ternyata pernah liat di blog mbak Hesti makanan serupa ini cuma namanya beda dikit sokko palopo. Masyarakat di tempat kelahiran saya memang asal muasalnya memang dari sulawesi makanya bahasa, budaya dan makanannya pun gak jauh-jauh dari sulawesi.

Versi originalnya gak menggunakan pandan dan menggunakan gula merah. Berhubung ini merupakan sarikaya yang gagal (yang resepnya memang sama dengan membuat saus sokko paroppo) jd teksturnya juga gak sehalus dan gak se-encer aslinya ya. Tapi rasanya sama aja kok :). 


Di bawah ini saya cantumkan resep saus/sarikayanya saja ya. Untuk ketannya sendiri prosesnya mudah saja, beras ketan yang sebelumnya sudah di rendam selama 2 jam dikukus hingga setengah matang, kemudian ketan di aron dengan santan, dan kukus lagi hingga matang.

*catatan : sarikaya yang sempurna/berhasil teksturnya licin seperti punya mbak hesti ini ya http://hesti-myworkofart.blogspot.co.id/2011/05/selai-kaya-pandan.html



Bahan Saus/sarikaya :3 butir Telur
350ml Santan (dari kelapa yang diperas menggunakan air pandan)
250 gr Gula Pasir
1/4 sdt Garam

Cara Membuat :
  1. Dalam wadah, kocok lepas telur dan gula hingga gula larut.
  2. Tim diatas panci dengan air mendidih dengan api kecil
  3. Masak sekitar 1 jam sambil sesekali diaduk agar teksturnya bagus
  4. Angkat, hilangkan panasnya. Simpan dalam wadah kedap udara atau disajikan dengan ketan

Rabu, 30 September 2015

Kalau dipikir-pikir jaman sekarang apa yang gak bisa kita lakukan dengan waktu yang singkat? Sepertinya hampir semuanya bisa. Terutama terkait halnya dengan mencari makanan yang tepat, di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Apalagi sekarang ini perkembangan kuliner di berbagai daerah mengalahkan rekor pertumbuhan jamur. Analoginya seperti itu. Kalau dulu mungkin kita akan mencoba satu persatu tempat makan hingga menemukan yang pas dengan lidah kita. Membayangkan hal seperti itu saja sudah bikin malas karena yang mau di coba gak hanya satu hingga sepuluh tempat makan tapi puluhan. Itu kenapa saya sendiri jarang keluar untuk makan bersama dengan keluarga. Kalaupun mau makan di luar paling hanya ke tempat-tempat yang biasa kami datangi. Hingga bosan rasanya karena yang di makan hanya itu-itu saja.




Lalu sekitar 1 bulan yang lalu, saya baru tau ada yang namanya Opensnap (*katrok ya hahaha). Beneran penasaran sama isinya. Tebakan saya sih paling begitu-begitu saja, review resto dan map view. Ternyata, saya keliruuu hehehe. Jadi malu sama diri sendiri karena terlalu sok tahu. Begitu setelah saya instal di HP, saya coba berselancar di opensnap, dan kesimpulan saya adalah "woww... ini yang saya butuhkan". Kombinasi sosial media, review resto, map view dll. Jadi, selain saya tidak akan kesulitan mencari restoran berkelas atau warung makan yang dipinggir jalan (saya katakan tidak kesulitan karena disitu tidak hanya berupa alamat tapi juga sudah tersedia peta yang akan menuntun menemukan si resto yang akan saya tuju), saya juga akan lebih mudah menemukan restoran atau warung makan yang nyaman dan enak, saya hanya perlu melihat seberapa positif respon dan komen orang-orang yang sudah pernah kesana sehingga lebih mudah buat saya untuk mengambil keputusan ingin makan dimana.



Selain itu, seperti halnya sosial media yang lain, aplikasi ini juga dibuat untuk menghubungkan saya dengan teman-teman foodies lain baik yang sudah saya kenal atau belum. Lalu saya juga bisa tag dan follow teman yang lain. Nice app ;)


Sejujurnya ada satu lagi yang membuat saya jatuh cinta dengan aplikasi yang satu ini, untuk orang seperti saya yang hobi memasak dan mengabadikannya lewat kamera, Opensnap menyediakan fitur Home Cooking dimana saya bisa meng-upload hasil foto makanan saya sehingga di Opensnap tidak hanya melulu tentang mencari lalu mereview resto yang saya kunjungi tapi juga bisa share apa yang saya masak. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi juga buat yang ingin memasak di rumah :).


Seperti beberapa hari yang lalu saya buat Mango Panna cotta. Saya cek di Opensnap untuk kata kunci panna cotta ternyata ada juga di d'Flavors Cafe & Resto (Jawa). Hasil Mango panna cotta saya pun saya upload di opensnap. Mudah pokoknya. Misal ada teman-teman yang ingin mencoba aplikasi ini seperti yang saya lakukan, buka saja playstore lalu cari opensnap dan instal. Aplikasi ini siap juga memudahkan pecarian teman-teman tentang tempat makan favorit :)



Oh ya, untuk yang ingin membuat panacotta sendiri bisa cek resepnya di bawah ya,

MANGO PANNA COTTA
Sumber : Hesti Kitchen

Bahan :
200 ml Krim Kental (saya menggunakan campuran Whip Cream bubuk dan air)
200 ml Susu Cair
80 gr    Gula
2 sdt    Gelatin bubuk
1          Vanila bean (saya ganti vanila bubuk)

Mango Compote :
100 gr    Bubur Mangga (dari mangga yang diblender halus)
1 sdm    Air
1/2 sdm Gula
1/2 sdt   Gelatin bubuk (tim dengan 1 sdm air hingga larut)

Cara Membuat :

  1. Puding : Panaskan krim, susu, gula dan vanila. Aduk hingga gula larut. Matikan api.
  2. Campur gelatin dengan 4 sdm air lalu tim hingga meleleh, aduk rata. Masukkan ke dalam larutan krim. Aduk sampai rata. Tuang adonan panna cotta ke dalam gelas saji lalu dinginkan di kulkas.
  3. Mango Compote : Panaskan mangga, air dan gula hingga gula larut. Angkat. Masukkan larutan gelatin, aduk rata, tuang di atas panna cotta. Dinginkan.










Sabtu, 29 Agustus 2015


Sudah sebulan ini saya berganti profesi menjadi "satpam" karena sebulan ini kakak Najwa mulai bersekolah maka rutinitas kami pun khususnya saya jadi ikut berubah. Pagi-pagi sekali saya harus bangun untuk menyiapkan bekal. Minimal menyiapkan air panas untuk mandinya (karena tanpa air panas sepertinya gak memungkinkan, airnya dingin sekaliiiii :D) kalaupun bekal yang akan di bawa sangat simpel misal roti. Rutinitas yang biasa buat mayoritas para ibu sebenarnya tapi buat saya gak biasa hehehe. Biasanya bangun tidur saya malas-malasan saja, buka laptop dan hape untuk sekedar cek pekerjaan tapi kali ini sudah gak bisa seperti itu lagi.

Profesi "satpam" yang saya maksud adalah menjaga kakak Najwa selama di sekolah. Hanya menjaga gak ikut mengajar ya hahaha. Sampai saat ini profesi "satpam" ini masih asik-asik saja buat saya walaupun kadang ada rasa bosan juga karena hanya menunggu tanpa ada kegiatan lain selain berkutat dengan gagdet atau bercengkerama ala kadarnya dengan para ibu yang lain (suami saya menyebutnya dengan sosialita wkwkwk). Satu-satunya hal yang menarik dari hasil menjadi "satpam" ini adalah memperhatikan anak-anak kecil lucu, menggemaskan, menyebalkan dan POLOS tentu saja :D. Memperhatikan mereka seperti mengingatkan saya waktu kecil dulu, sayangnya saya gak pernah merasakan bersekolah di playgroup maupun taman kanak-kanak, saya langsung loncat ke sekolah dasar xixixi.

Saya jadi berpikir, bagaimana kerumitan para orang tua yang memiliki anak lebih dari 2,3,4, dst?? Karena setiap anak berbeda, tidak pernah sama, maka penangannya juga akan berbeda. Dan pertanyaan sayapun terjawab dengan mengingat kembali bagaimana mama dahulu mengurus kami. 7 anak dengan karkternya masing-masing. Menjadi ibu bukan perkara mudah tapi bukan berarti sulit. Bukan perkara mengajar 1-2-3- ... atau a-b-c-d ... lalu selesai. Bukan perkara memberi makan ini itu agar tumbuh besar dan sehat, lalu selesai. Tidak seperti itu. 


Baiklah, mari kita kembali ke resep saja sebelum yang ditulis semakin gak jelas hehehe. Eh, btw tulisan di atas hanya sekedar share apa yang ada di kepala saya saja ya, jadi tolong abaikan saja :D. 

Resep pound cake hasil nyontek dari blognya mbak Hesti yang rasanya aku modif dari pandan ke mocha. Mbak Hesti sendiri resepnya merujuk ke mbak Alice. Sambung menyambung yah hehehe, tapi dari situlah silaturrahmi bisa tersambung (*mulai gak nyambung lagi saya :D).  Ini resep pound cake yang pertama kali saya buat. Saya kira pound cake itu tak akan jauh dari cake-cake yang sudah pernah saya coba sebelumnya. Ternyata beda. Ini teksturnya lembut sekali. Saya rasa mungkin karena efek sistem au bain marie saat di oven.


MOCHACCINO POUNDCAKE
Sumber : Hesti's Kitchen

Bahan :
120 gr  Butter (Bisa juga mix dengan margarin)
120 gr  Tepung protein sedang
150 gr  Susu kental manis
40 gr   Gula Halus
2 butir Telur
1/2 sdt Vanilla bubuk
1 sdt   Pasta pandan (saya pakai 1 sachet mochaccino goodday yg dilarutkan dengan sedikit air panas)
1/2 sdt Garam halus

Cara Membuat :
  1. Kocok butter dan gula halus sampai lembut mengembang. Tambahkan garam dan vanilla bubuk, kocok rata.
  2. Tambahkan susu kental manis, kocoh hingga rata.
  3. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mikser kecepatan rendah.
  4. Tambahkan telur satu persatu. Pastikan untuk mengocok telur hingga tercampur rata dengan adonan sebelum menambahkan telur berikutnya. Jarak pengocokan antara telur satu dengan yang lainnya adalah 1 menit. Tuang dalam loyang loaf yang sudah dioles dan ditabur tepung.
  5. Isi loyang berisi air dan taruh di rak paling bawah. Taruh loyang adonan di rak tengah. Panggang dalam oven panas 180C selama 25 menit. Keluarkan loyang berisi air. Turunkan oven menjadi 160C lanjutkan memanggang selama 20 menit atau sampai cake ditusuk sudah tidak lengket lagi.





Senin, 24 Agustus 2015


Seperti biasa ya, cek folder ternyata masih buanyak yg harus "dikeluarkan". Salah satunya "sesi" martabak telur ini. Terlalu lama berdiam di folder tanpa diutak atik hingga lupa kapan tepatnya resep ini di eksekusi. Susah memang kalo jadi orang sok sibuk seperti saya :))

Martabak telur ini saya contek dari blognya mbak Citra (Ummu Fatima). Sedangkan mbak Citra sendiri dapat resepnya dari sajian sedap. Terlepas dari mana sumber asalnya, resep ini patut dicoba bagi penggemar gorengan seperti saya. Rasanya 11-12 seperti kebanyakan yang dijual di luaran sana, bahkan lebih enak menurut saya. Renyah dan sehat juga tentunya :D. 

Sebenarnya gak ada yang susah dari membuat martabak telur ini, hanya butuh kecepatan dan ketepatan (tetep susah ya ini namanya hehehe). Step yg paling sulit buat saya adalah saat adonan sudah di wajan karena harus cepat dan tetap hati-hati saat melipat adonannya. Jadi pekerjaan membuat martabak telur ini saya lakukan dengan suami. Saya bagian menipiskan adonan lalu memasukkan kedalam wajan dan diberi isian, pekerjaan berikutnya yaitu melipat dan menggorengnya adalah tugas suami. Sebenarnya gak bermaksud menyuruh suami untuk ikut bekerja di dapur tapi buat kami, terutama saya, hal seperti ini termasuk quality time. Alhamdulillah sih suami asik-asik saja :D

oke langsung saja yak, here we go for the recipe,


MARTABAK TELUR
Sumber : Ummu Fatima

Bahan Kulit :
200 gr   Tepung terigu protein tinggi
1/4 sdt   Garam
140 ml  Air
30 gr     Minyak goreng
500 ml  Minyak goreng untuk merendam
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
Campur tepung terigu dan garam. Tuang air sedikit – sedikit sambil diuleni sampai kalis. Tambahkan minyak goreng. Uleni shingga kalis  dan elastis secukupnya. Timbang masing-masing 75 gram. Bulatkan. Rendam dalam minyak goreng 2 jam. (setelah direndam adonan menjadi semakin elastis, mudah untuk dilebarkan)

Bahan Isi :
200 gr    Daging giling
2 siung   Bawang putih, diiris tipis
3 butir    Bawang merah, diiris tipis
2 buah    Cabe merah, dicincang halus
2 sdt       Kari bubuk (saya skip)
1/2 sdt    Garam
1/2 sdt    Merica bubuk1/2 sdt Gula pasir
1 batang Daun bawang, diiris halus
Minyak untuk menumis

Cara Membuat :
Tumis bawang putih, bawang merah, dan cabai merah sampai harum. Tambahkan daging giling. Aduk sampai berubah warna. Masukkan kari bubuk (saya skip), garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata. Sisihkan.

Bahan Campuran Per Porsi :
25 gr       Bawang pre, diiris halus
2 butir    Telur, kocok lepas
1/2 buah Bawang bombay, cincang halus
1/2 sdt    Garam
1/4 sdt    Merica bubuk
50 gr      Bahan tumisan daging (secukupnya)

Penyelesaian :
Pipihkan kulit dan giling tipis. Campur daun bawang, telur bebek, bawang bombay, garam, merica bubuk, dan tumisan daging. Aduk rata. Panaskan minyak dalam wajan martabak. Letakan selembar kulit. Beri campuran isi. Lipat. Goreng sampai matang sambil disiram minyak.







Rabu, 19 Agustus 2015



Es Pisang Ijo merupakan menu buka puasa kesukaan kami sekeluarga. Sayangnya Es pisang ijo yg saya post ini bukan di buat saat bulan puasa kemarin tapi jauh sebelumnya sudah saya eksekusi karena penasaran dengan cara membuat kulitnya yang hanya didadar oleh mbak Hesti. Makanay namanya jadi "Dadar Es Pisang Ijo". Kalau mama saya biasanya menggunakan teknik dikukus dua kali. Jadi adonan kulit dikukus terlebih dahulu kemudian di balut pisang setelah itu dikukus lagi. Ribet memang tapi sesuailah dengan hasilnya :). 

Sebelumnya saya belum pernah sama sekali membuat makanan ini. Dan ini adalah yg pertama kalinya. Cari resep yang gampang karena was-was gak sanggup kalau terlalu susah hehehe. Untuk yg kedua kalinya saya buat lagi es pisang ijo ini saat bulan puasa kemarin tapi dengan teknik yang berbeda. InsyAllah lain kali akan saya post dengan teknik yang lain (baca: Ribet), semoga saya tidak -sok- sibuk kedepannya agar blog ini juga tampak ber"penghuni" :D




Buat dadar pisang ijonya beneran gampang deh, cuma karena saya baru pertama kali pake pan crepe maker alias wajan kwalik jadi ya berasa susahnya dan hasil akhirnya juga tidak semulus seperti punya mbak Hesti. Karena belum terbiasa aja sih (Ngeles :D). Kalo untuk tekstur kulitnya saya lebih suka dengan teknik klasik yang biasa digunakan oleh mama saya. Kalo yang didadar begini kulitnya juga lembut sih cuma sayangnya cepet kering dan lengket. Mungkin harus di bungkus plastik wrap atau daun pisang kali ya biar kulitnya gak kering.

Dalam penyajiannya kalo bisa es batunya di hancurkan kasar ya biar tampak cantik jadi tidak seperti yang tampak dalam gambar di bawah ini, es batunya tampak mengerikan hahahah. Tapi tetep enak dan seger kok. Percaya deh ;)



DADAR ES PISANG IJO
Sumber : Hesti's Kitchen

Bahan :
250 gr      Tepung protein sedang
300 ml     Santan (kurang lebih)
100 ml     Air pandan suji (saya hanya daun pandan)
1/2 sdt     Garam
1 sdm      Margarin leleh
1 sisir      Pisang Raja yang matang, kukus

Saus (Larutkan dan masak semua bahan hingga meletup-letup) :
1000 ml  Santan dari 1 butir kelapa
150 gr     Tepung terigu/tepung beras (kalau mau agak encer bisa di kurangi)
1/2 sdt     Garam
200 gr     Gula pasir
2 lbr        Daun pandan

Pelengkap :
Sirup pisang ambon ( saya pakai sirup cocopandan)
Es serut
Susu kental manis (Saya skip)

Cara Membuat :

  1. Dalam wadah, campur terigu, santan, garam, dan air pandan suji. Aduk rata menggunakan whisk, bila perlu saring agar adonannya halus dan licin. Tambahkan margarin leleh, aduk rata.
  2. Bikin dadar satu persatu, langsung masukkan pisang ke dalam kulit kemudian gulung (agar pisang dan kulit saling menempel). Rapatkan ujung-ujungnya. Lakukan hingga adonan habis.
  3. Potong-potong dan siap disajikan bersama bahan pelengkap lainnya.


Senin, 18 Mei 2015


Saya punya sekotak beras ketan yang saya tidak tahu pasti berapa beratnya. Mungkin sekarang sudah tersisa sekitar 2 atau 3 kg. Awalnya sekotak beras ketan ini merupakan stock dari Alm mama. Di bawa dari Sumenep ke Surabaya saat kami masih berkumpul tahun lalu. Banyak menu makanan dan jajanan yang sudah direncanakan untuk kami buat nantinya. Sayangnya belum sampai habis beras ketannya mama sudah harus pergi meninggalkan kami semua. Waktu itu beras ketannya hanya sempat dibuat tape dan ketan sarikaya gula aren kesukaan bapak.

Setelah kami semua kembali kedunia kami masing-masing, adik-adik kembali ke sekolah, kuliah dan kerja di daerah masing-masing (adik saya ada 4, ada yg di pulau Sapeken, Surabaya, dan Pamekasan), Bapak kembali ke sumenep dan saya serta keluarga kecil kembali ke Kediri, melanjutkan kehidupan kami tanpa adanya beliau, kotak beras ketan itupun saya bawa ke kediri tanpa ada rencana akan dibuat apa nantinya.

Berbulan-bulan dibiarkan menganggur akhirnya saya dan mbak Warni (ART di rumah yang benar-benar sangat membantu pekerjaan saya di belakang ketika saya sedang di depan :D) mencoba memberdayakan beras ketan ini. Kami mulai dengan membuat Tape Ketan.

Mama pernah membuat tape ketan dengan warna hijau yang cantik dan manis yang pas waktu di Sumenep dulu, sayangnya saya gak melihat proses awal pembutannya. Hanya yang saya tahu, kata mama warna hijaunya dari daun suji bukan dari daun pandan. Daun suji memang penghasil hijau alami yang sempurna menurut saya karena hijaunya lebih kuat dibanding pandan hanya saja aromanya jelas tidak sewangi pandan. 

Sedangkan manisnya bukan dari gula karena yang saya tahu pada prosesnya tape ini gak membutuhkan gula sama sekali. Manisnya tape berasal dari proses fermentasi. Jadi, klo mau tape yang manis pas, lamanya fermentasi atau memeramnya gak boleh terlalu cepat atau juga lama. waktu itu kami memeramnya selama 2 hari. Hari ketiga sudah di buka.

Sebenarnya tape ketan ini termasuk proyek gagal menurut saya karena hasilnya masih belum memuaskan. Masih ada ketan yang keras dan teksturnya tampak agak hancur. Kalo menurut saya mungkin karena proses pengukusan ketan masih belum sempurna jadi masih ada ketan yang keras/mentah. Sedangkan tekstur ketan yang agak hancur karena penggunaan ragi ketan yang gak pas (kebanyakan). Ah tak apalah demi proses belajar :D



Untuk saat ini saya masih belum bisa memberikan ingredients yang tepat karena hasilnya masih belum sempurna. Jadi next, mungkin kami akan mencobanya lagi. Saat bikin tape ini, kami hanya butuh 1/2 kg beras ketan, kurang lebih 100ml santan, 2-3 butir ragi. 
Kukus santan hingga setengah matang, angkat lalu taruh dalam wadah, tambahkan santan sambil diaduk rata. Setelah itu kukus lagi hingga matang. Tahap berikutnya, letakkan kukusan ketan pada wadah yg lebar (misal tampah) dan ratakan dengan sendok hingga tidak ada yang menggumpal dan tunggu hingga bena-benar dingin. Setelah dingin taburkan ragi yang sudah di haluskan menjadi bubuk ke permukaan ketan, aduk dan taburkan lagi sisa bubuk ragi, aduk hingga benar-benar rata. Pada proses ini gunakan sendok ya :). Setelah itu masukkan dalam wadah/panci yang sebelumnya sudah dialasi dan sisi wadah juga dikelilingi dengan daun pisang (kalo bisa lebih dari satu lapis) kemudian tutup kembali dengan sisa daun pisang dan tutup dengan tutup panci. Diamkan selama kurang lebih 2 hari atau maksimal 3 hari dalam suhu ruang.
Selamat mencoba ;)

Kamis, 16 April 2015


Ini resep andalan mama saya selain opor kalau kami, anak-anaknya berkumpul semua di rumah dan saat lebaran. Simpel gak ribet. Dimana-mana yang namanya simpel itu ya gak ribet ya hehehe. 

Dulu, ayam masak merah ini juga yang pertama selalu ada dalam kepala saya dalam mengolah ayam karena hanya itu yang saya tahu. Pertama kali belajar masak ayam ini, jelas rasanya beda jauh dengan yang dimasak sama mama sekalipun resepnya persis sama tanpa ada penambahan atau pengurangan ingredient. Sampai sekarangpun masih gak bisa dan bahkan mungkin gak akan pernah bisa menyamai rasanya dengan yang di masak mama. walaupun begitu toh resep ini juga akhirnya menjadi resep andalan saya:D


AYAM MASAK MERAH

Bahan : 
1 ekor Ayam
1,5 lt  Air
Kecap
Gula
Garam
Kaldu Bubuk Instan
Minyak Untuk menumis

Bumbu Halus :
12 buah Bawang merah
6 siung  Bawang putih
6 buah   Cabe merah/besar
1/2 sdt  Merica
1/4 sdt  Pala
2cm     Jahe

Cara Membuat :
  1.  Haluskan semua bahan bumbu kemudian tumis hingga harum. Masukkan air dan ayam. 
  2. Tambahkan Kecap, gula, garam dan kaldu bubuk. Didihkan hingga air berkurang separuh lalu tambahkan air lagi. Masak dengan api kecil hingga matang.
  3. Angkat lalu sajikan :)
 *NOTE : saya selalu menggunakan api sedang cenderung kecil untuk memasak ayam/daging berkuah seperti ini agar bumbunya meresap.

Saya suka pisang, terutama makanan olahan dari pisang :D. Jadi saat di rumah ada pisang itu berarti waktunya mengumpulkan segala resep yang berhubungan dengan pisang hehehe. Setelah berlama-lama di depan komputer untuk memilah-milah resep, Akhirnya jadi pengen buat pisang rainya mbak Diah Didi aja. Thanks ya mbak sudah sharing resepnya.

Jajanan ini asalnya dari Bali dan sebenarnya gak beda jauh dengan pisang ijo nya orang Makassar hanya mungkin beda di cara membuat kulitnya. Kalo menurut saya sih, pisang yang enak untuk pisang rai ini adalah pisang raja, “Pisah tanaman” kata orang di daerah saya. Kulitnya kan gurih jadi isiannya harus manis biar imbang dan buat saya pisang yang manis dan cocok dibuat olahan itu pisang raja. Cuma kebetulan waktu itu yang ada pisang kepok jadi pake yag ada saja.

Btw, ini buatnya sudah pertengahan tahun kemarin hehe.



PISANG RAI (BALI)

Bahan :
10 buah  Pisang kepok
100 gr    Tepung beras
2 sdm     Tepung tapioka
75  ml    Air panas
2 sdm     Santan instan
1/2 sdt    Garam
1/2 sdm  Gula pasir
Kelapa yang di parut memanjang, campur dengan sedikit garam, lalu kukus sebentar

Sirup Gula Merah (masak hingga gula larut dan mendidih) :
Gula merah
Sedikit Air



Cara membuat :
  1. Aduk rata tepung beras dan tepung tapioka, serta garam dan gula pasir , tambahkan air panas sedikit demi sedikit hingga rata.
  2. Masukkan santan instan, dan pasta pandan, aduk rata hingga jadi adonan yang kental.
  3. Didihkan air, celupkan pisang ke dalam adonan tepung , lalu masukkan ke dalam air mendidih. Rebus hingga mengapung dan matang.
  4. Tiriskan, lalu segera gulingkan ke kelapa parut. Sajikan dengan sirup gula merah.



Kamis, 09 April 2015


Kali ini saya hanya ingin share cara lain dalam menikmati pisang goreng :D. Ini merupakan salah satu cara mama menyajikan pisang goreng buat kami. Terakhir ketemu mama saya sempat menanyakan darimana sebenarnya asal pisang goreng ini. Mama hanya tersenyum nyengir lalu menjawab, "lupa juga dari mana ini. kalo gak salah dari Bali". Nah loh??. Adakah teman-teman dari Bali yang tau makanan ini? atau mungkin daerah lain ada yang punya makanan seperti ini? Mungkin saja mama saya beneran lupa darimana asal muasalnya dari saking banyaknya daerah yang dikunjungi.

Mama dan Bapak memang pernah tinggal di Bali. Tepatnya saya kurang tahu karena waktu itu saya masih kecil dan orang tua gak terlalu lama juga menetap disana karena harus pindah lagi ke Sulawesi.

Kalo punya pisang setengah matang, gak mentah gak juga matang sekali, mungkin bisa mencoba menyajikannnya seperti ini. Jadi, pisangnya di goreng tanpa di lumuri apa-apa lalu disajikan dengan margarin yang sudah dicampur dan diaduk dengan gula. Tidak ada takaran yang pakem. Campur saja sesuai selera :). Selamat menikmati pisang goreng :D



Rabu, 01 April 2015


Ini sudah yang kesekian kalinya buat batagor tapi baru bisa post sekarang. Bicara tentang batagor, ingatan saya jadi mundur ke jaman waktu kuliah dulu. Jaman pertama kali kenal sama makanan khas bandung ini.

Waktu kuliah dulu di deket kost (sekitar 200m) ada bapak yang jualan batagor. Ramenya sih gak usah ditanya. Bapak ini asli dari bandung karena saat ngobrol dengan pembeli dialeknya bandung banget hehehe yakin banget ya saya. Eh kalo gak salah namanya pak ujang deh. Mungkin karena yang jualan asli orang bandung jadi rasa batagornya juga lebih otentik kali ya karena kan ada tuh batagornya hanya sekedar "bakso" yg di goreng tanpa ada tambahan sayur dan yang lainnya. Atau ada juga yang saus kacangnya encer sekali sehingga kacangnya seperti "hilang".

Jadi, menurut saya, hingga hari ini batagor yang paling enak ya batagor yang pertama kali saya makan itu. Really love it. Dan suami juga ternyata sependapat dengan saya. Kan satu almamater jadi pasti tahu dan pernah makan batagor yang sama xixixi. Kalo disini saya belum pernah ketemu batagor yang rasanya seperti punya mang ujang itu :D

Apa yang membuat saya jatuh cinta dengan batagor? Saus kacang!. Entah kenapa saya suka sekali dengan kacang jadi segala hal yang berhubungan dengan kacang (dan yang enak tentunya) saya suka. Berikutnya, bakso dan tahu gorengnya (oh iya, saya juga baru tahu kalo ternyata batagor itu singkatan dari bakso tahu goreng, LOL). Renyahnya batagor ketemu saus kacang itu seperti jodoh. Batagor gak ada sausnya jelas hambar begitu juga sebaliknya. Dan yang terakhir adalah "pernak pernik" nya seperti sayuran, kentang dan telur. Komponen 4 sehat semua ada dalam satu piring. Komplit kan :D


Saya tahu gak akan mudah untuk mendapatkan batagor yang rasanya 11 - 12 dengan batagornya mang ujang disini. Tapi dengan google dan sebuah keberuntungan apa yang tidak bisa? Jadi ceritanya suatu hari saya iseng ngubek justtryandtaste.com punya mbak endang. Berharap bisa ketemu resep batagor yang enak dan gampang walaupun ribet karena banyak yang harus disiapkan untuk penyajiannya :D. Tapi demi suami apa sih yang gak hehehe. 

Taraaaam... maka ini lah resep dan hasilnya. Jika gambarnya masih belum bisa menggugah selera, jangan percaya sama gambarnya karena ini rasanya maknyus bin nendang. Biasanya nih kalo lagi pengen saya selalu buat 2 resep sekaligus dan bisa ludes dalam waktu kurang dari 2x24 jam. Padahal di rumah yang makan hanya saya dan suami. Entah lapar atau kalap ya hehehe


BATAGOR

BAHAN :
- 2 Buah Tahu putih ukuran 10 x 10 cm, belah 2 secara diagonal
- 5 Lembar Kulit Pangsit
- Minyak untuk menggoreng

BAHAN ISI :
- 250 gram daging ayam cincang (resep asli menggunakan daging ikan tengiri)
- 150 gram tepung sagu
- 1 batang daun bawang, rajang halus
- 1 butir telur, kocok sebentar
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1/2  sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh gula 
- 1 sendok teh minyak wijen 

BAHAN PENCELUP (ADUK JADI SATU) :
- 1 butir telur ayam
- 50 gram tepung terigu
- 100 ml air

SAUS KACANG (HALUSKAN DAN CAMPUR JADI SATU) :
- 250 gram kacang tanah goreng
- 4 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah
- 100 gram gula merah, sisir
- 1 sendok teh garam
- 200 ml air

PELENGKAP :
Kecap manis, saus sambal, jeruk limau

CARA MEMBUAT :
  1. Kerok bagian tengah tahu menggunakan sendok hingga menjadi sebuah kantung. Sisihkan. Hancurkan bagian isi tahu yang kita keluarkan menggunakan sendok garpu. 
  2. Siapkan mangkuk, masukkan bagian isi tahu yang telah dihancurkan bersama semua bahan dan bumbu isi batagor. Aduk rata, cicipi rasanya. Jejalkan kira-kira 1 1/2 sendok makan adonan isi ke dalam tahu, rapikan. Lakukan hingga semua tahu terisi. Sisihkan.
  3. Siapkan lembaran kulit pangsit, letakkan 1 sendok makan adonan isi ke atas kulit pangsit, kemudian bungkus kulit pangsit menutupi adonan isi. Saya melipatnya bentuk tum, seperti membungkus bothok. Lakukan hingga semua adonan habis. 
  4. Siapkan dandang pengukus, alasi dandang dengan kertas roti atau daun sawi putih juga bisa, tata tahu dan pangsit berisi adonan di atasnya. Kukus selama 20 menit, hingga batagor matang. Angkat. 
  5. Biarkan batagor agak mendingin, kemudian celupkan batagor ke bumbu pencelup hingga seluruh permukaannya tertutupi, goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan dan matang. Angkat dan tiriskan. 
  6. Saus Kacang : Rebus air dan semua bahan saus kacang yang telah dihaluskan hingga mendidih dan kental, cicipi rasanya, angkat.
  7. Penyajian : Potong-potong batagor dengan ukuran sesuai dengan selera, tata di piring saji dan siram dengan saus kacang. Lengkapi batagor dengan saus sambal, kecap manis dan kucuran jeruk limau.


Kamis, 05 Maret 2015


Suatu hari, saya seperti orang yang lagi ngidam. Ingin sekali makan kue enak, lembut dan tidak ribet. Tapi waktu itu bingung mau buat kue apa. Selang beberapa saat setelah rasa ingin itu ada, Tiba-tiba bayangan kue marmer muncul hehehe...


Dan, beginilah hasil dari "ngidam" saya. Obrak abrik halaman paman google dan berakhir nyangkut di blognya mbak Nina "Catatan Nina". Makasih banyak share resepnya ya mbak :). Ini Cake marmer jadul ala pak sahak. Kalo diperhatikan rata-rata resep dari pak sahak punya ciri khas yaitu menggunakan metode all in one.




For the first time, ini adalah hasil olahan saya dengan menggunakan all in one methode. Biasanya menggunakan teknik telur dan gula yang di mixer terlebih dahulu. Itu kenapa saya bilang resep ini termasuk gak ribet. karena semua bahan langsung dijadikan satu dan dimixer secara besamaan. Agak was-was juga waktu itu, takut gagal. Karena prosesnya terbilang cukup cepet sih. Daannn... ini hasilnya. Sepertinya untuk ke depannya saya cukup percaya diri untuk mengeksekusi resep yang menggunakan teknik ini :D. oh iya, dalam resep harusnya menggunakan loyang tulban 20cm. Berhubung belum punya jadi ya menggunakan apa yang ada saja makanya itu kue jadinya pendek gak membumbung tinggi kayak yang pake loyang tulban.

Kalau ditanya bagaimana rasanya, saya sukaaaa. Manisnya pas, lembut gak seret. Pokoknya enak :D


CAKE MARMER JADUL
Sumber : Pak Sahak Via Nina Agustina 

BAHAN :
5 butir Telur
125 gr Gula pasir
1 sdt    Emulsifier
1 sdt    Vanili bubuk
150 gr Tepung terigu serbaguna
15 gr   Maizena
15 gr   Susu bubuk
100 gr Butter, lelehkan
50 gr   Minyak Sayur
2 sdt   Pasta coklat (saya pake coklat bubuk yg diseduh sedikit air panas)

CARA MEMBUAT :
  1. Panaskan oven 180C.
  2. Siapkan loyang tulban 20cm, saya menggunakan loyang kotak ukuran 20x20x7, oles margarin dan taburi tepung, sisihkan.
  3. Campur dan ayak tepung terigu, maizena dan susu bubuk.
  4. Kocok telur, gula pasir, emulsifier, vanili dan campuran tepung hingga mengembang dan kental (All in one method).
  5. Campurkan butter leleh dengan minyak sayur, kemudian tuang sedikit demi sedikit ke dalam adonan. Aduk balik hingga tercampur rata dan homogen.
  6. Ambil 2 sendok sayur adonan, beri pasta coklat, aduk rata.
  7. Tuang adonan putih ke dalam loyang, kemudian tuang adonan coklat di atasnya.
  8. Buat motif marmer dengan bantuan garpu atau tusuk sate.
  9. oven hingga matang selama kurang lebih 30-45 menit. Lakukan tes tusuk dan sentuh, kalau tusukannya kering berarti sudah matang.
  10. Angkat dan segera keluarkan dari loyang agar cake tidak menciut.







Sabtu, 14 Februari 2015


Sudah lama pengen buat kue yang satu ini tapi baru kesampaian beberapa minggu yang lalu. Satu-satunya alasan yang membuat saya selalu menunda untuk mengeksekusi kue yang satu ini karena vlanya. Membayangkan vla yang kental cenderung cair "berada" diantara potongan kue itu bikin saya maju mundur. Apa vla nya bisa padat? karena kalo kekentalannya gak pas Vla nya mungkin tidak akan bisa padat/set dan akhirnya akan belepotan kemana-mana. Belum eksekusi sudah macem-macem mikirnya hehehe. Tapi melihat hasil mbak Hesti dan mbak Dyah pada bagus-bagus jadi saya yakin nanti punya saya juga akan bagus. Ke-pede-an ya hahaha.

Dan... Beginilah hasilnya. Vla nya gak bisa padat sekalipun sudah di masukkan dalam kulkas. Sepertinya kesalahan saya saat buat vla mungkin kurang lama sedikit masaknya jadi kentalnya kurang. Atau mungkin kalo mau bikin lagi harus ditambah tepung terigu atau maizena lagi sedikit. Btw, ternyata bikin kue yang cantik itu susah ya :D

Sebenarnya penasaran kenapa dinamakan african gateau padahal "katanya" kue ini bukan berasal dari sana. Sudah googling tapi masih belum ketemu juga informasi yang komplit tentang kue yang satu ini. Oya, resepnya dapat dari blognya mbak Hesti yang pake brownies kukus sebagai basecakenya. Dulu sudah pernah saya buat juga tapi versi brownies cappucino. Aslinya cake african gateau itu di oven dan menggunakan banyak telur dalam adonannya. 



AFRICAN GATEAU
Sumber : Hesti's Kitchen

BAHAN I :
6 butir Telur
230gr Gula pasir
1/2 sdt Vanili bubuk
1/4 sdt Garam

BAHAN II:
125 gr Tepung terigu serbaguna
50gr Coklat bubuk
1/2 sdt Baking powder 


BAHAN III:
100ml Minyak goreng
75gr Salted Butter
100gr Dark cooking chocolate

BAHAN FILLING / VLA :
1/2 kaleng Susu kental manis+air sampai menjadi 600 ml
50 gr Maizena + 20 gr Terigu
2 Kuning Telur
1/2 sdt Vanili bubuk
1/8 sdt Garam
Gula secukupnya
1 sdt Butter

CARA MEMBUAT : 
  1. Dalam panci, masukkan minyak, butter, dan dark coklat. Panaskan dengan api sedang hingga meleleh, jangan mendidih. Sisihkan.
  2. Campur dan kocon bahan I hingga mengembang dan kental berjejak.
  3. Masukkan bahan II sedikit demi sedikit sambil diayak dan diaduk hingga rata. Tuang bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata.
  4. Tuangkan adonan ke dalam loyang ukuran 20x20x7cm yang telah diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Kukus selama 30 menit dalam dandang yang sudah terlebih dahulu dipanaskan dengan api sedang (api jangan terlalu besar agar tidak bergelombang pada permukaan kue).
  5. Angkat dan tunggu hingga agak dingin kemudian keluarkan dari loyang dan belah mendatar menjadi 3 bagian. sambil menunggu benar-benar dingin, buat vlanya.
  6. VLA :  Campur sus, maizena, kuning telur, vanili bubuk, garam dan gula  lalu aduk hingga rata dan tidak bergerindil. Bisa juga dengan mencampur semua bahan kecuali gula dan butter kemudian aduk rata dan saring lalu masukkan gula.
  7. Masak sambil meletup-letup sambil terus diaduk agar tidak menggumpal dan gosong dasarnya. Matikan api dan tambahkan butter. Aduk sampai leleh dan tercampur rata. Tuang di atas kue.
#catatan : Pastikan vlanya sudah mendidih/meletup-letup dan kental sekali agar saat d tuang ke atas kue bisa set tidak seperti punya saya :D
 



Senin, 09 Februari 2015




Kali ini "hanya" ada donat kentang NCC. Salah satu resep andalan saya kalo lagi pengen makan donat yang enak, empuk dan mantap. Gak perlu dikasi topping yang macem-macem udah enak rasanya. Bahkan setelah di goreng dan dimakan begitu saja tanpa topping malah lebih enak karena lebih kerasa empuk dan gurihnya.

 

Seperti resep lain yang menambahkan kentang atau ubi-ubian yang lain, hasil akhirnya selalu empuk. karena "mereka" memang menjadi salah satu bahan pengempuk yang alami :D


Langsung resepnya ya... lagi blank untuk bikin narasi yang panjang heheheh :)

DONAT KENTANG NCC
Sumber : Fatmah Bahalwan

BAHAN A :
500 gr Tepung Protein Tinggi
11 gr    Ragi Instan
100 gr  Gula Pasir
50 gr    Susu Bubuk
200 gr  Kentang Kukus, Haluskan dan dinginkan
75 gr    Mentega
1/2 sdt  Garam
4 butir  Kuning Telur
100ml   Air Dingin

CARA MEMBUAT :
  1. Dalam wadah, campur tepung, ragi, gula, dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan kentang halus, telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
  2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis dan elastis. Istirahatkan 15 menit.
  3. Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit hingga mengembang.
  4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
  5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donat atau hias dengan coklat.


Selasa, 20 Januari 2015



Late post (again)...
Seperti biasa foto lama yang baru bisa diposting setelah "bongkar" isi laptop. Menu ini dibuat saat masih di Surabaya. Waktu itu dapat kiriman seafood (ikan, udang dan cumi) dari mama. Cuminya lumayan banyak waktu itu. sudah dimasak hitam dan masih ada sisa, jadi dibuatlah menu ini, Cumi Asam Manis. Resepnya juga dari mama...

Sampai hari ini saya masih bingung dapat seafood yang segar di daerah kediri. Jadi masih belum bisa menikmati ikan dan teman-temannya kalau gak pulang ke sumenep. Pernah ke salah satu pasar besar di Kediri Kota tapi agak mengecewakan karena kebanyakan ikannya seperti sudah lama. Entah karena saya yang telat datang ke pasarnya atau Memang seperti itu kondisinya. Waktu itu ke pasar jam 3 sore. Menurut informasi katanya sih jam 2 siang itu kebanyakan ikan baru didatangkan dari daerah Tulungagung, Trenggalek dan sekitarnya. Harusnya gak telat-telat banget ya. Hmmm... mungkin teman-teman yang dari kediri bisa kasi info? hehehe ;)

Ohya, balik ke cumi asam manis, kalau misal punya buah nanas mungkin bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam cumi asam manis ini. Jadi, asamnya dapat dari nanas gak cuma dari saos tomat. Rasanya jelas lebih enak yang pake nanas ya. Lebih mantap. Berhubung waktu buat ini lagi gak ada nanas jadi apa adanya saja hehe. Untuk ukuran potongan cumi, usahakan potong dengan ukuran lebih besar dari ukuran yang diinginkan ya karena saat proses memasak, cumi akan mengerut/menyusut. 

Dalam Proses memasak cumi saya lebih suka memasaknya lebih lama dengan api kecil daripada merebusnya terlebih dahulu dengan air. Sebagian orang mungkin memilih untuk merebusnya terlebih dahulu agar menghasilkan cumi yang gak alot. Tapi mama tidak pernah memasak seperti itu. biasanya hanya dimasak lama bersama bumbu dengan api kecil. Selain cuminya empuk bumbu juga lebih meresap.

CUMI ASAM MANIS ala MAMA

Bahan :
1kg Cumi, Potong kotak memanjang (atau sesuai selera)
1 buah   Bawang Bombay, cincang
2 buah   Bawang Putih, cincang
1 sdm    Saos Tiram
2-3 sdm Saos Tomat (atau sesuai selera)
Air, Secukupnya
Gula, secukupnya
Garam, secukupnya

Cara Membuat :
  1. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum, tambahkan air.
  2. Masukkan saos tiram, saos tomat, gula dan garam.
  3. Terakhir, masukkan cumi. Masak dengan api kecil cenderung sedang hingga airnya menyusut dan cumi sudah empuk. kalau cumi masih alot, tambahkan sedikit air lalu masak kembali hingga cumi empuk (tidak alot/keras)







Senin, 05 Januari 2015





Membuat saus bolognese ini sebenernya karena iseng. Bikinnya beberapa bulan yang lalu tentunya tapi baru sempat diposting sekarang. Hutang postingan saya sepertinya masih banyak :D. Jadi, ceritanya waktu itu saya punya daging cincang yang banyak. Hasil cincangan sendiri pake food processor. Nah, karena sudah harus segera diberdayakan, bingung deh mau dibuat apa dan yang ada di kepala waktu itu hanya spaghetti. No idea ckckckck...

Akhirnya dengan modal nekat, daging cincang dan bumbu pendukung lainnya tentu saja, saya langsung searching resep saus bolognese. Ketemu yang sreg di detik.com. Ya sudah, setelah melalui proses yang gak mudah karena gak pernah buat sebelumnya jadilah saus blognese seperti yang ada di foto. 

Jelas masih jauh dari sempurna karena kalau dibandingkan sama saus instan yang biasa saya pakai tekstur atau penampakannya beda. Lebih "licin" yang instan. Pertama, mungkin karena cincangan dagingnya yang kurang halus. Kedua, pada bagian memasukkan dan memasak daging, dagingnya menggumpal. Harusnya mungkin sebelum di masak, cincangan dagingnya saya tambahkan sedikit air agar nantinya mengurangi gumpalan saat proses masak (pernah baca di sebuah blog seperti itu caranya :D). Ketiga, saya terlalu banyak memasukkan minyak zaituuunn. Waktu itu memang saya gak saklek ikut resep persis.Tapi yang jelas spaghettinya habis dilahap sama si ayah dan adekku. Entah karena pada kelaparan dan memang gak ada pilihan lain atau memang enak hahaha...





BOLOGNESE SAUCE
Sumber : Detik food yang sudah saya modifikasi

BAHAN :
40 gr   Wortel, potong dadu
40 gr    Bawang Bombay, cincang
40 gr    Batang seledri besar, potong dadu
100 ml Olive oil
300 gr  Daging cincang
4 buah Tomat yang sudah dikupas
40 gr    Tomat Pasta/saus tomat
1 sdt    Garam
½ sdt    merica bubuk
150 ml Air
Daun herb kering




CARA MEMBUAT :

  1.  Panaskan minyak dalam wajan
  2.  Masukkan daging cincang, masak beberapa saat hingga kecoklatan lalu aduk.
  3.  Tambahkan wortel, bawang bombay dan seledri, aduk hingga layu.
  4.  Tambahkan garam dan merica. Masak hingga agak kering 
  5.  Tambahkan tomat dan pasta tomat, aduk dan masak dengan api kecil selama minimal 40 menit hingga kental. Jika perlu tambahkan air
  6.  Angkat, saus siap dipakai

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...