Minggu, 16 Februari 2014


Hujan-hujan makan bakso.. sluurrpp... :D
Entah kenapa aku pilih resep ini. Padahal kalo diliat dari prosesnya, ckckckck... repot banaar. Biasanya sih klo mau bikin bakso ayam resep yang paling simpel adalah campur daging ayam + bumbu (merica, bawang putih, garam) + tepung tapioka +air. sudah gitu aja.


Mungkin kemarin itu lagi kesurupun trus sok nyari resep yang gak mudah dan gak simpel hehehe... tap gak apa-apa lah yang penting rasa penasaranku terbayar. Memang gak semua makanan enak di buat dari proses yang "njlimet" tapi proses yang panjang dan njlimet biasanya menghasilkan makanan yang enak. Opini pribadi sih hehehe... 

Baksonya enak. Sueger. Cuma mungkin karena proses dalam membuat baksonya kurang sempurna jadi teksturnya kurang kenyal. Tapi secara keseluruhan capekku terbayar karena langsung ludes.


Resepnya aku liat di webnya mbak endang. Untuk step-stepnya bisa liat disitu.


BAKSO DAGING AYAM
Resep diadaptasikan dari blog Lily's Wai Sek Hong - Meatballs Ala Don


BAHAN BAKSO :
- 500 gr    daging ayam, saya menggunakan bagian dada
- 125 ml    air es
- 1 sdm     kecap ikan
- 1 sdt       garam, tambahkan jika kurang asin
- 1/2 sdm gula pasir 
- 1/2 sdm minyak goreng
- 2 sdm     tepung maizena
- 1 1/4 sdt baking powder
- 1/2 sdt    baking soda
- 1/2 sdt    merica bubuk
- 1/2 sdt    kaldu bubuk (optional)
- Air es untuk merendam bakso 

BAHAN KUAH :
- 2 liter air kaldu dari air rebusan bakso plus tulang-tulang ayam
- 2 sdt kaldu bubuk 
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 2 sdm kecap ikan
- 1 sdt merica bubuk
- 2 sdt garam
- 2 batang daun bawang
- bawang merah goreng sebagai taburan
- minyak untuk menumis

CARA MEMBUAT BAKSO :
  1. Haluskan daging. Tambahkan 5 sendok air es ke dalam gilingan daging. Tambahkan air es sesendok demi sesendok. Terus proses hingga cincangan daging membentuk gumpalan. Matikan food processor. Tuangkan daging ke dalam mangkuk besar.  Jika dengan cara manual, maka gunakan daging ayam cincang. Tambahkan air es sesendok demi sesendok sambil daging diaduk dengan spatula hingga serat-serat daging terlepas dan terpisah. 
    1. Siapkan mangkuk kecil, masukkan sisa air es, kecap ikan, garam, gula, kaldu bubuk, baking powder, baking soda, merica, minyak goreng dan tepung maizena ke dalam mangkuk. Aduk hingga rata. 
    2. Tuangkan larutan tepung ke permukaan adonan daging, aduk perlahan dan biarkan cairan terserap. Kemudian aduk hingga benar-benar merata. 
    3. Siapkan mangkuk berisi air es. Basahi tangan anda, ambil adonan kemudian bantingkan ke mangkuk, lakukan hal ini sekitar 10 kali atau hingga gumpalan adonan terlihat smooth, shiny dan elastis. Ketika disentuh terasa kenyal. Jika tangan anda lengket saat membanting adonan maka segera celupkan ke dalam air es. Fungsi banting-membanting ini adalah untuk memastikan serat daging terlepas dan tidak saling menggumpal serta untuk membuat adonan menjadi kompak.
    4. Tutup permukaan mangkuk dengan plastik, masukkan adonan ke dalam freezer selama 30 menit. Freezer ya bukan chiller (rak bawah). 
    5. Jika telah 30 menit, maka siapkan panci, isi air dan rebus hingga mendidih. Matikan kompor. 
    6. Keluarkan adonan dari freezer, ambil 1 sendok makan adonan dan dengan bantuan sendok lainnya bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan diameter 1 1/2 cm. Masukkan adonan yang telah berbentuk bulat ke air panas. Lakukan hingga semua adonan habis.
    7. Adonan yang masuk ke air panas akan mengapung sendiri. Ketika panci telah terlihat penuh oleh adonan, hidupkan kembali kompor dan rebus menggunakan api kecil. Jaga jangan sampai air mendidih hingga bergolak, air hanya dididihkan hingga mengeluarkan letupan-letupan kecil saja bukan  benar-benar mendidih. Masak hingga semua bakso mengapung, aduk bakso dengan sendok pengaduk dan masak hingga matang. 
    8. Test kematangan dengan mengambil sebutir bakso dan belah, jika bagian tengahnya masih berwarna pink rebus kembali hingga matang. 
    9. Siapkan mangkuk berisi air dan es batu, tiriskan bakso dengan saringan kawat, sisihkan airnya untuk kuah. Masukkan bakso ke dalam air berisi es dan rendam hingga dingin. Bakso siap untuk diolah sesuai keperluan atau masukkan ke dalam wadah rapat dan bekukan di freezer. 
    MEMBUAT KUAH :
    1. Membuat kuah:
      Siapkan wajan, beri 1 sendok makan minyak. Masukkan bawang putih dan tumis hingga harum dan matang. Angkat.  
    2. Siapkan panci berisi air rebusan bakso, tambahkan tulang belulang ayam (jika ada). Tambahkan tumisan bawang putih, kecap ikan, merica bubuk dan kaldu bubuk. Rebus hingga mendidih, masukkan bakso dan daun bawang. Masak hingga matang. Cicipi rasanya. Angkat.


             


























    Sabtu, 15 Februari 2014

    Pagiiiii.... :D. Untuk pertama kalinya selama di Surabaya ngeblog di pagi hari mumpung gak ad yang gangguin hehehe... Pagi yang tidak begitu cerah karena jam segini matahari masih malu-malu untuk menampakkan dirinya. Entah karena efek abu vulkanik kiriman dari gunung kelud, karena awan mendung atau faktor yang lain, aku juga kurang paham.

    Bicara tentang gunung kelud, kita sudah pada tahu pastinya kalo kemarin gunung kelud yang terletak antara Kediri, Malang dan Blitar tiba-tiba "Batuk-Pilek-Muntah". Untuk selang waktu mulai dari siaga, awas, dan meletusnya kelud termasuk cepat buat aku. Hanya dalam hitungan hari. Tidak berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan. 

    Aku taunya jam setengah 4. Ibu mertua nelpon dan mengabarkan kalo kelud meletus. Alhamdulillah keluarga di kediri semua baik-baik saja. Hanya rumah-rumah yang di penuhi dengan pasir. Tapi untuk daerah yang dekat dengan keludnya gak cuma "dapet" pasir, batu juga.

    Dan, jam setengah 6 baru nyadar kalo ternyata surabaya juga kena dampaknya. Surabaya dapet kiriman debu juga. Mungkin gak seberapa dibandingkan daerah jawa tengah tapi cukuplah untuk mengingatkan kita untuk tidak angkuh pada alam dan Sang Penciptanya. hmmmm... malah jadi ceramah kayaknya hahaha...

    Mari kembali ke masalah makanan :D
    Kenapa judulnya "Sentiling dan Gunung Kelud"? karena bikin sentilingnya di hari yang sama dengan meletusnya Gunung Kelud. Siang bikin sentiling, malam Kelud meletus.


    Sentiling ini jajanan tradisional dari jawa tengah yang berbahan dasar singkong/ubi kayu. sudah lama pengen bikin ini karena penasaran dengan penambahan agar-agar didalamnya tapi baru bisa bikin kemarin. Di resep aslinya sebenarnya pake santan tapi berhubung gak punya jadi kuganti susu. Sempet was-was rasanya bakal amburadul karena santannya kuganti. Tapi pas sesi icip-icip, rasanya alamaaakk sedapnyaaa. Milky. Kata adekku, Jajanan Tradisional dengan cita rasa Internasional hhuahahahaha...


    Resepnya hasil nyontek dari dapurnya mbak yulyan dengan sedikit penyesuaian bahan :D

    Bahan:
    700 gr singkong, parut
    150 gr gula pasir
    200 ml santan (Aku ganti susu
    1/2 sdt garam
    1 bungkus agar-agar
    vanila bubuk secukupnya
    pewarna merah
    pewarna kuning

    Bahan taburan:
    1/2 butir kelapa yang agak muda, kupas kulitnya, parut, kukus bersama 1/2 sdt garam

    Cara Membuat:
    1. Siapkan kukusan. Panaskan.
    2. Campur semua bahan: singkong parut, gula pasir, agar-agar dan santan hingga rata. Siapkan loyang/cetakan, olesi minyak dan alasi dengan plastik.
    3. Bagi 3 adonan, dua adonan beri pewarna merah, satu adonan lainnya beri pewarna hijau.
    4. Masukkan adonan merah ke dalam loyang yang sudah disiapkan. Kukus selama 20 menit. Angkat. Tuang adonan yang berwarna hijau diatas adonan merah. Kukus selama 20 menit.Tuang adonan yang berwarna merah diatas adonan hijau. Kukus kembali kurang lebih 30 menit atau hingga matang.
    5. Potong-potong Sentiling dengan pisau yang sudah dilapisi dengan plastik (supaya tidak lengket) bentuk sesuai selera. Segera gulingkan ke bahan taburan. Hidangkan.








    Minggu, 09 Februari 2014


    Masih berhubungan dengan yogurt nih. Sebenarnya judul yang paling tepat adalah simple salad. Gimana gak simpel kalo dressingnya cuma pake yogurt hehehe... Tapi biar tampak lebih keren (dikiiiit) judulnya fuit salad with yogurt. Keinggris :D. Sayangnya, foto yang paling bawah dah kadung ditulisin simple salad. Gapalah ya ;). Kebetulan waktu itu punya buah pepaya hasil dari kebun belakang rumah dan ada semangka nganggur di kulkas. Jadilah salad yang simpel dengan dressing yogurt.


    Salad... pertama kenal jaman masih awal-awal kuliah dulu (2003 kalo gak salah). Waktu itu di ajak ke salah satu resto cepat saji sama sodara. Kata yang pertama kali ada dalam kepalaku waktu makan salad adalah "aneh". Buat aku lebih baik makan rujak dari pada makan yang beginian.

    Itu kesan pertama, karena sebelumnya lidahku emang gak pernah bersentuhan dengan makanan "produk luar". Lidah indonesia banget lah...

    Kesan kedua lain lagi. Selang setahun atau dua tahun gitu, ada temen kost yang bikin salad buah. Namanya mbak esti, orang lampung tapi asli jawa. Dia emang suka baking. Jadi, pastilah lidahnya lebih fleksibel dan gak se"kaku" lidahku hehehe. Pas nyoba salad buah bikinannya, aku langsung jatuh cinta. segerrr dan yummi. Sempet perhatiin waktu dia bikin dressingnya pake mayonaise, susu kental manis, keju. Kalo gak salah inget sih. Udah lama banget soalnya. Tadinya mau bikin dressing begitu. tapi, berhubung gak punya mayo dan adanya cuma yogurt nganggur maka jadilah ini. Daripada ribet juga kan toh tetap enak dan seger tentunya :D

    Daaaann,,, tebak sajalah siapa yang menghabiskan salad segar ini hahaha... ;))


    Senin, 03 Februari 2014


    Waktu itu (karena bikinnya sudah lama), aku beli yogurt 1 pack. Bukan pack kecil lho. Sudah lumayan lama nangkring di kulkas baru nyadar kalo punya yogurt yang entah kenapa masih tetap bergeming di tempatnya (ah bahasa yang aneh hehehe). Satu-satunya resep yang ada dalam kepalaku yang berhubungan dengan yogurt ya ini "banana yogurt bread", hasil mencatat resep dari blognya mbak hesti yang juga dapetnya dari mbak ira "cooking tackle".

    Resep ini masih kembaran sama banana muffin loaf yang sudah ku posting beberapa hari yang lalu. Aku bilanng kembar karena bahannya gak jauh beda. Penggunaan yogurt ini bikin kuenya lebih moist keimbang resep yang sebelumnya. Enak. Apalagi ada tambahan chocochipnya jadi gak berasa "hambar" gitu. Tapi kalo disuruh milih, aku lebih suka banana muffin loaf daripada yang ini. Aroma pisangnya seperti hilang. Kalo si ayah sih emang gak suka yogurt jadi walaupun dicampur jadi cake begini dia tetep "emoh" hehehe... 


    BANANA YOGURT BREAD
    Sumber : Hesti's kitchen

    Bahan : 
    1/2 cup    Butter
    1 1/2 cup Tepung terigu
    1 sdt        Baking powder
    1/2 dt      Baking soda
    2 butir     Telur
    3/4 cup    Gula
    1/2 sdt     Garam
    4 buah     Pisang Raja, haluskan
    1/2 cup    Yogurt
    1/2 sdt     Vanilli bubuk
    1/2 cup     Chocochip

    Cara membuat :

    1. Panaskan oven 180 C selama 25 menit. Dalam wadah, Ayak semua bahan tepung menjadi satu.
    2. Kocok gula dan mntega (butter) sampai mengembang. Kalo gulanya terlalu kasar bisa diblender agar cepat larut saat dikocok)
    3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga lembut. Masukkan yogurt dan vanili, kocok lagi sampai rata.
    4. Masukkan bahan tepung lalu aduk sampai rata. tambahkan pisang, aduk asal rata.
    5. Panggang selama kurang lebih 50 menit atau sampai lidi dimasukkan keluar dalam kering.
    6. Angkat, biarkan dalam loyng selama 10 menit lalu keluarkan ke atas rak pendingin.

    Perkenalkan, ini gado-gado ala kampungku. Pulau sapeken. Aku masih ingat, setiap pulang kampung, di pagi hari, sarapan yang selalu ku cari ya gado-gado ini dan sinakan sudu yang artinya nasi sendok (kalo yang ini aku belum sempet tanya-tanya resepnya hehehe).

    Gak ada yang istimewa sih dari makanan yang satu ini. Mie, lontong, dan kangkung. Standar aja kan? Lalu apa yang membuatnya istimewa? Bumbu kacangnya. 


    Bumbu kacangnya juga sebenarnya gak terlalu sulit bikinnya karena cuma butuh kacang goreng, bawang goreng, lombok dan petis ikan. Nah yang terakhir itu yang aku gak yakin gampang nyarinya. Entah di daerah makassar atau daerah yang ada orang bajonya ya mungkin ada juga kali.

    Kalo bikin sendiri bisa sih tapiiii,,, ribet. Karena pertama kali yang harus kita punya adalah ikan pindang. Bukan ikan pindang yang biasa dijual dipasaran itu tapi ikan pindang ala sapeken. Ikan jenis layang biasanya paling enak dibuat pindang. Hanya butuh asam jawa, garam, gula dan air untuk bikin ikan pindang. Kalo sudah punya ikan pindang ini selanjutnya bisa bikin petis ikannya. Caranya, daging ikan pindang dihancurkan (di uleg) dan masak dengan kuah ikan pindang serta gula merah + garam sedikit. Begini penampakan petis ikannya...



    Kalo di Sidoarjo ada petis udang, di Sumenep ada petis ikan (yang ini terbuat dari kuah ikan) maka Sapeken punya petis ikan (dari daging ikan pindang). Di daerah lain ada petis apa ya??



    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...