Senin, 26 Agustus 2013


Lebaran selalu identik dengan ketupat, opor dan yang pasti kue kering. Yup,,, kue kering :D. Setiap rumah pasti punya kue kering favorit. Jadi pas hari lebaran pasti sudah berjejer bertoples-toples kue kering yang entah itu beli atau mungkin bikin sendiri. Kalaupun gak banyak minimal ada setoples di meja. Seperti di desa tempatku tinggal ini, kalo diperhatikan kebanyakan, kebanyakan masyarakan disini lebih memilih cemilan snack sebagai suguhan lebaran ketimbang kuker. Tapi kuker ya tetap ada walaupun Cuma setoples. Hanya segelintir rumah yang kukernya bisa lebih dari 2 jenis. Ini sih hasil surveyku selama dua kali lebaran disini xixixixi…

Jadi berdasarkan pengalaman tahun kemarin, kalo ternya kuker tidak terlalu diminati di desa ini jadi aku gak cuma bikin kuker aja. Kasian kalo sampe musim lebarannya dah abis tapi isi toplesnya masih banyak. Dan jadilah stik sus kering punya mbak hesti yang aku bikin. Awalnya pengen bikin kacang sembunyi atau parmesan cheese stick. Berhubung gak punya penggilingan mie jadi batal deh.
Imaginasiku untuk hasil akhir sus kering ini sebenarnya gak sesimpel begini. Pengennya separuh bagian stik kulumuri coklat. Berhubung percobaanku menghasilkan karya yang jelek jadi yang didokumentasikan ya yang polosan ini aja hehehe…


STIK SUS KERING

BAHAN :
150 gr    Margarin
150 gr    Tepung terigu
5 butir    Telur
250 ml    Air
½ sdt     Garam
100 gr    cheddar parut halus (aku pake separuh)
Wijen sebagai taburan (aku skip)

CARA MEMBUAT :
  1. Masak air, margarine dan garam sampai mendidih. Masukkan tepung sekaligus sambil diaduk hingga kalis.
  2. Masukkan keju parut. Aduk rata. Dinginkan
  3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer sampai rata. Lihat konsistensinya, apabila kekentalannya menyerupai kue sus telurnya tidak perlu diturunkan semua yang akan mengakibatkan adonan encer dan meleber. Penggunaan telur tergantung ukurannya, kalo telurnya besar cukup 5 saja.
  4. Masukkan dalam kantung segitiga, gunting sedikit ujungnya sekitar 1/2 cm.
  5. Spuit memanjang dalam talam beroles margarine. Taburi keju atau wijen. Panggang dengan suhu 200 C sampai kekuningan dan garing. Selesaikan memanggang sampai semua adonan habis.
  6. Satukan dalam sebuah talam besar. Panggang lagi denganpanas oven kecil atau mode warm selama kurang lebih 2 jam sampai garing. Dinginkan. Simpan dalam wadah kedap udara.   

6.       

Rabu, 21 Agustus 2013

Pertama kali liat postingan resep ini di webnya mbak endang, langsung aku catat resepnya. Seminggu, dua minggu, tiga minggu hingga entah berapa minggu, belum juga aku sempatkan untuk membeli kacang di sebelah rumah dan mengeksekusinya jadi sebuah selai. Alasannya kalo gak lupa ya berarti gak sempat hehehe…

Yang kedua kali liat selai ini di webnya mbak diah. Efek setelah liat postingannya bikin aku tambah gregetan untuk bikin. Akhirnya hari itu juga aku beli kacang tapi gak langsung aku bikin. Ternyata masih nunggu beberapa hari lagi hingga moodku kembali “normal” :D


Daaaaan… jadilah ini, selai kacang bikinanku sendiri walaupun resepnya hasil copy paste xixixi…  jangan ditanya rasanya karena kalo disuruh memilih, aku lebih memilih selai kacang yang ini daripada yang dijual di toko-toko. Manis-manis crunchy gimana gitu… Patut dicoba bagi yang suka selai kacang. Nilai plus dari selai kacang bikinan sendiri adalah kita bisa menentukan tekstur kacangnya sesuai selera. Mau yang kacangnya haluuuuus, agak sedikit kasar atau kasar sekali. Kan kita yang bikin jadi ya semau kita hehehe.Kalo hasil punyaku gak sehalus punya mbak endang. Mungkin karena aku pake food processor. walaupun begitu, ternyata tidak mengurangi rasanya yang uenak ;)

 
SELAI KACANG HOMEMADE

BAHAN :
200 gr           Kacang tanah
5 sdm           Gula Pasir
1 1/2 sdm     Minyak Sayur (aku pake minyak zaitun)

CARA MEMBUAT :
  1. Goreng kacang dengan minyak yang banyak hingga kuning kecoklatan. Sesekali dibalik agar tidak hangus.
  2.  Haluskan kacang tanah dan gula menggunakan food processor atau blender.
  3.  Tambahkan minyak lalu proses lagi hingga benar-benar halus.

Catatan :
jika menggunakan blender, usahakan bahan-bahannya dimasukkan sedikit demi sedikit dan selalu diaduk manual menggunakan sendok agar mempermudah kerja mesin blender hingga diperoleh tekstur yang creamy atau sesuai selera.

Selasa, 20 Agustus 2013

Awalnya jenang atau bubur ini dibuat tanpa sengaja. Inisiatif untuk bikin jenang ini juga bukan dari aku tapi mbak warni, mbak yang biasa bantuin aku sehari-hari. Sejujurnya, aku memang kurang kreatif dalam mengolah bahan makanan. Kalo liat resep aku bisa hahahaha…

Balik lagi ke cerita, ada beras merah yang aku beli buat najwa 3 bulan yang lalu. Masih ada 1 toples dan harus segera dihabiskan karena beras merah ternyata punya masa kadaluarsa, gak sama seperti beras putih biasa. Mbak warni bilang, dibuat jenang aja… iya ya, kenapa gak kepikiran untuk diolah jadi jenang. Bikinnya gampang bahannya juga gampang. Hanya gula merah dan santan sebagai pendampingnya :D
Berhubung beras merah teksturnya agak alot menurutku jadi harus direndam dulu sebelum diolah. Butuh waktu sekitar 4 – 6 jam untuk merendamnya. Atau bisa juga pakai presto biar cepat lunak. Rasanya?? Surprise sekali. Tanpa bermaksud untuk berlebihan, rasanya memang gak keduga, seperti bubur beras ketan hitam yang biasa disandingkan dengan es bubur kacang ijo. Malah lebih enak beras merah kalo menurutku. Mungkin ini efek karena aku gak pernah makan beras merah sebelumnya kali ya xixixi..

JENANG BERAS MERAH
BAHAN :
250 gr Beras Merah
200 gr Gula merah
Air secukupnya untuk merebus

BAHAN KUAH :
500 ml  Santan
¼ sdt   Garam
1 lembar Daun pandan

CARA MEMBUAT:
  1. Bubur : Rebus beras merah hingga mendidih dan air menyusut. Tambahkan air dan gula merah lalu masak lagi sampai meletup-letup hingga tekstur beras lunak dan menjadi bubur.
  2. Kuah : Dalam panci, campur semua bahan lalu masak sampai mendidih sambil diaduk-aduk.
  3. Sajikan bubur dengan siraman kuah santan.






Alhamdulillaaaah… Akhirnya bisa posting lagi setelah rehat yang tidak sejenak hehehe. Kena Pra dan Pasca mudik yang efeknya bikin males mau melakukan rutinitas seperti biasanya. Sebelum ngoceh banyak dan semoga tidak terlambat aku ingin mengucapkan “Minal ‘Aidzin Wal Fa’idzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Semoga segala khilaf yang sengaja maupun tidak disengaja bisa dimaafkan.




Setelah maaf-maafan, mari kita bicarakan makanan hahaha.. Resep kali ini yang jelas dibuat sebelum lebaran. Dan beberapa resep setelah ini juga dibuat sebelumnya. Habis mudik dan lebaran, sekarang waktunya bayar hutang postingan. Banyak resep yang ngantri untuk diposting, semoga bisa ada waktu dan telaten nulis hehehe.
Banyak nama untuk jenis makanan yang satu ini. Setiap daerah punya nama sendiri. Kalo orang Sulawesi bilang katiri mandi. Kalo di jawa kebanyakan orang bilang bubur candil. Kalo di kampung kelahiranku, kami menyebutnya  loho bubua. Jaje batun bedil kata orang bali. Yang jelas masih banyak nama untuk makanan ini.
Sebenarnya, katiri mandi aslinya hanya menggunakan tepung ketan sebagai bahan dasar untuk membuat bola-bolanya dan menggunakan gula merah untuk bahan kuahnya. Kalo yang ini menggunakan gula pasir karena sengaja dibiarkan putih untuk menampilkan efek kuning dari labu. Jadi tampak cantik karena warnanya kontras. Dan ternyata rasanya memang enak sekali. Sama seperti loho bubua yang dulu sering aku makan kalo berpuasa di kampung. Bedanya ini lebih lembuuuutt karena ada penambahan labu didalamnya. Jadi kalo ngunyah gak terlalu rempong hehehe…

Berhubung labu banyak mengandung air, apalagi kalo dikukus, jadi aku tidak terlalu banyak menambahkan air. Waktu itu aku hanya butuh 25 ml air. Beda dengan ubi yang cenderung padat sehingga butuh air lebih banyak.

KATIRI MANDI LABU

BAHAN:
150 gr    Tepung Ketan
100 gr     Labu
¼ sdt      Garam
Air secukupnya

BAHAN KUAH:
750 ml   Santan dari 1 butir kelapa
2 sdm    Tepung beras, larutkan dengan sedikit santan
125 gr    Gula
½ sdt     Garam
2 lembar Daun pandan, sobek dan ikat

CARA MEMBUAT:
  1. Aduk rata tepung ketan dan garam. Tambahkan labu. Aduk menggunakan tangan.
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kalis dan dapat dipulung.
  3. Bentuk bulat dengan bagian ujung yang runcing. Selesaikan semua adonan hingga habis.
  4. Masak air panas dalam panci. Sementara itu buat kuahnya, campur semua bahan kuah lalu masak diatas api sedang. Aduk terus hingga mendidih.
  5. Setelah air untuk bola ketan mendidih, masak hingga bola-bola terapung. Tiriskan lalu masukkan dalam kuah santan. Masak lagi santan sampai mendidih lalu matikan api.
  6. Katiri mandi siap disajikan.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...